Pembatasan baru corona picu kemarahan dan kekesalan

·Bacaan 3 menit

Madrid (AFP) - Kemarahan dan kekesalan atas pembatasan virus corona meningkat pada Minggu ketika negara-negara Eropa menutup musim semi dengan penguncian dan pembatasan baru yang bertujuan menghentikan infeksi dan kematian yang meningkat.

Pengunjuk rasa di beberapa kota Spanyol bentrok dengan pasukan keamanan untuk malam kedua berturut-turut pada Sabtu, kata polisi, sementara Inggris bersiap untuk memberlakukan perintah baru tinggal di rumah, mengikuti langkah-langkah Austria, Prancis dan Irlandia.

Pemerintah Eropa sangat ingin membendung lonjakan infeksi yang mengkhawatirkan di benua yang telah mencatat lebih dari 279000 kasus kematian sejak virus pertama kali muncul di China pada akhir 2019 itu.

Di Inggris, banyak yang menyatakan kecemasan tentang dampak ekonomi dari penutupan empat minggu yang akan berlaku mulai Kamis, bahkan jika tidak akan seketat sebelumnya dengan sekolah dan universitas diizinkan untuk tetap buka - seperti di Prancis.

"Kota ini akan bangkrut, tidak akan ada yang tersisa darinya," kata Roger Stenson, seorang pensiunan berusia 73 tahun di Kota Nottingham. Ia menggemakan keprihatinan luas atas dampak jangka panjang dari aturan baru menguncian.

"Saya khawatir anak muda, seperti cucu dan cicit saya sendiri, mereka akan menderita."

Michael Kill, CEO Asosiasi Industri Hiburan Malam, yang melakukan lobi untuk sektor hiburan dan perhotelan, mengatakan penguncian baru akan membuat bisnis menghadapi "Armageddon keuangan".

Di Spanyol, kemarahan yang tumpah ke jalan-jalan pada Sabtu malam menyebabkan penjarahan dan vandalisme terjadi di beberapa kota.

Negara itu telah memberlakukan jam malam nasional dan hampir semua wilayah Spanyol telah menerapkan penguncian perbatasan regional untuk mencegah perjalanan jarak jauh.

Gangguan terbesar terjadi di Madrid di mana puluhan demonstran yang meneriakkan "kebebasan!" membakar tempat sampah dan mendirikan barikade darurat di jalan raya utama kota, Gran Via, menurut gambar di media sosial.

Italia juga menjadi lokasi protes minggu lalu.

Tetapi pemerintah diperkirakan masih akan mengumumkan pembatasan baru pada hari Senin, menurut laporan berita.

Aturan itu diperkirakan termasuk melarang perjalanan antar wilayah, menutup pusat perbelanjaan pada akhir pekan, membatasi aktivitas komersial dan memberlakukan jam malam lebih awal.

"Kurva epidemiologi masih sangat tinggi," kata Menteri Kesehatan Roberto Speranza, yang telah mendorong penutupan seluruh negeri, kepada harian Corriere della Sera.

"Yang mengkhawatirkan saya adalah angka absolut yang menunjukkan kurva yang menakutkan. Entah kita meratakannya atau kita dalam masalah," katanya.

Pembatasan juga menyebabkan kerusuhan di Argentina, di mana kerusuhan terjadi di beberapa penjara di Provinsi Buenos Aires pada hari Sabtu, ketika para tahanan menuntut dimulainya kembali kunjungan dalam pandemi tersebut.

Situasi kesehatan juga memburuk di Amerika Serikat, yang bersiap untuk pertarungan pemilihan besar antara Presiden Donald Trump dan pesaing Demokratnya Joe Biden pada hari Selasa.

Negara yang terkena dampak paling parah dengan 230586 kematian itu juga mencatat 776 kematian baru pada Sabtu, jumlah terbesar di dunia, menurut penghitungan AFP dari sumber resmi.

Ilmuwan terkemuka pemerintah Anthony Fauci mengatakan kepada Washington Post dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Sabtu bahwa AS "dalam banyak kerugian".

"Semua hal sejajar di tempat yang salah," katanya.

Perayaan Halloween yang sangat populer tahun ini jauh lebih sederhana, terutama di Salem, Massachusetts.

Kota pesisir yang terkenal mengadakan persekusi penyihir pada abad ke-17 itu memiliki daya tarik bagi para penggemar Halloween, dan sementara malaikat maut, ilmuwan gila dan pembaca tarot masih berpawai di jalan-jalan pada hari Sabtu, pihak berwenang memutuskan untuk menutup kota pada pukul 8 malam untuk menghindari keramaian.

Di Jerman, kesedihan terlihat jelas di Bavarian State Opera House yang terkenal di Munich saat gedung pertunjukan itu bersiap untuk tutup karena penutupan di sektor rekreasi, budaya, serta makanan dan minuman.

Itu adalah "tamparan", kata bariton Michael Nagy, yang tidak bisa menyembunyikan air matanya.

Ada spekulasi di Prancis bahwa pemerintah bahkan mungkin menghentikan supermarket dari menjual beberapa barang "tidak penting" untuk melindungi pemilik toko kecil yang terpaksa tutup.

Virus itu telah menewaskan sedikitnya 1196109 orang di seluruh dunia sejak wabah muncul pada Desember lalu, menginfeksi lebih dari 46 juta.

Dan sementara rumah sakit di negara-negara Eropa telah menyuarakan kewaspadaan tentang kemampuan mereka untuk merawat pasien yang jumlahnya meningkat pesat, situasinya bahkan lebih buruk lagi di bagian dunia lain yang lebih miskin.

Di Suriah barat laut yang dilanda perang, lokasi hampir 1,5 juta orang tinggal di kamp atau tempat penampungan yang penuh sesak, seringkali dengan akses yang buruk ke air yang mengalir, ketakutan semakin meningkat.