Pembatasan Sosial Juga Berlaku untuk Astronot Sebelum ke Luar Angkasa

Pius Yosep Mali, Misrohatun Hasanah

VIVA – Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, nampaknya tak menghalangi Amerika Serikat untuk mengirim astronot ke luar angkasa, yakni Robert Behnken dan Douglas Hurley. Sebagaimana diketahui, Negeri Paman Sam itu akan mulai melakukan penerbangan di akhir Mei 2020.

Tentu saja kegiatan ini memiliki risiko besar untuk Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (National Aeronautics and Space Administration/NASA). Guna memastikan dua orang astronotnya dalam keadaan sehat dan siap terbang, NASA melakukan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Melansir dari Dikutip dari situs Space, Minggu, 3 Mei 2020, penerbangan tersebut menjadi pengalaman perdana menggunakan pesawat buatan lokal. Bahkan virus corona, tak menyurutkan rencana untuk pergi ke Stasiun Luar Angkasa (International Space Station/ISS).

Tak heran jika membuat misi Demo-2 dilaksanakan secara teliti dan intens. Bahkan, agensi terkait menambah lapisan keamanan, baik untuk NASA maupun SpaceX, guna memastikan semuanya dalam kondisi yang sesuai.

Baca juga: Pandemi COVID-19 Tak Halangi AS Kirim Astronaut ke Luar Angkasa

Manager of NASA Commercial Crew Program, Kathy Lueders mengakui, bahwa misi ini akan sulit diluncurkan. Oleh sebab itu mereka mengambil tindakan pencegahan yang lebih ketat lagi.

"Ini bukan hanya soal keselamatan Behnken dan Hurley saja, tetapi juga keselamatan awak yang ada di ISS," ujarnya.

Jauh sebelum pandemi virus corona, NASA telah melakukan karantina kepada astronot yang dijadwalkan pergi ke luar angkasa. Hal tersebut sudah menjadi peraturan standarnya. Cara ini dilakukan, untuk mencegah pendatang baru menginfeksi awak lama dengan bug jahat.

Untuk misi ini, NASA telah meminimalisir kontak kepada dua astronotnya sejak berminggu-minggu lalu. Behnken dan Huerley hanya diwajibkan datang ke acara pelatihan tertentu, sementara sisanya dilakukan secara digital.

picture-alliance/Heritage Images/NASA/Oxford Science Archive

"Banyak acara pelatihan dilakukan secara virtual sehingga jumlah pelatihan yang harus mereka hadiri, pesertanya sangat sedikit," katanya.

Orang-orang yang melakukan kontak dengan Behnken dan Hurley wajib menggunakan masker dan sarung tangan serta dilihat dari segi kesehatannya. Tindakan ekstra juga akan dilakukan saat hari peluncuran.

Misalnya saja mereka telah mengatur ulang ruang kontrol di tempat peluncuran di Kennedy Space Center, Florida, memastikan pekerja di sana untuk menjaga jarak 1,8 meter antara satu dengan yang lainnya.

Para pekerja juga akan diberikan masker dan akses kemudahan pembersihan tangan. Tindakan pencegahan juga dimasukan dalam simulasi peluncuran. Latihan tersebut sudah dilakukan pada 4 April lalu, dan latihan yang akan datang pada 4 Mei 2020.