Pembebasan Lahan Rel Ganda Semarang Segera Rampung

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

Semarang (ANTARA) - Satuan Kerja Jalur Ganda Semarang-Bojonegoro Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan optimistis pembebasan lahan untuk "double track" di Semarang akan rampung pekan depan.

"Di Kelurahan Kemijen, Semarang, dari 14 kepala keluarga, 80 persennya sudah menerima ganti rugi yang ditawarkan," kata Kepala Satker Jalur Ganda Semarang-Bojonegoro Hendy Setiono di Semarang, Selasa.

Memang ada beberapa warga yang masih mempertimbangkan nilai ganti rugi yang ditawarkan. Mereka ingin melakukan pertemuan dengan keluarga besarnya untuk membahas masalah nilai ganti rugi lahan.

Ia menyebutkan nilai ganti rugi yang ditawarkan untuk pemilik lahan di kawasan Muktiharjo Semarang itu sesuai dengan tim penilai independen, yakni berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp1,7 juta/meter persegi.

Nilai ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan jalur ganda KA di kawasan Muktiharjo, kata dia, termasuk tinggi karena lahan yang dibebaskan itu merupakan tempat usaha dan sudah berbentuk bangunan lengkap.

"Nilai yang ditawarkan itu merupakan taksiran tertinggi. Pekan depan negosiasi terakhir. Kami berharap harga tertinggi yang ditawarkan bisa diterima sehingga tidak perlu melalui konsinyasi," katanya.

Ditanya pembebasan lahan Semarang hingga Bojonegoro, ia mengaku diperlukan waktu hingga Agustus 2013, terutama Demak, Grobogan, dan Blora yang diharapkan pembangunannya selesai sebelum Ramadhan tahun ini.

"Kalau Demak, Grobogan, dan Blora bisa segera dibebaskan, pembangunan jalur ganda bisa diselesaikan sebelum Ramadhan sehingga bisa digunakan untuk angkutan penumpang Lebaran 2013," katanya.

Untuk Kabupaten Demak, ia mengatakan negosiasi pertama sudah dilakukan sekitar satu bulan lalu dan dijadwalkan pada 18-19 April 2013 akan dilakukan negosiasi kedua yang diharapkan tercapai kesepakatan.

"Mungkin pada 18-19 April nanti akan dilakukan negosiasi kedua. Mudah-mudahan tercapai kesepakatan pada negosiasi kedua nanti dan masyarakat bisa menerima demi kelancaran pembangunan transportasi KA," katanya.

Lahan yang belum dibebaskan hingga saat ini, kata Hendy, mencapai panjang 15 kilometer dengan petak tanah terpanjang sekitar 100-700 meter dan disediakan Rp165 miliar untuk pembebasan Semarang-Bojonegoro. (ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...