Pembelaan Demokrat soal Baliho AHY: Untuk Lawan Moeldoko

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra angkat bicara mengenai kritik sejumlah pihak kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono karena banyak memasang baliho saat masa Pandemi. Salah satu kritik disampaikan oleh Politikus senior Abdillah Toha.

Herzaky mengatakan, tudingan Abdillah salah alamat karena AHY tak memasang baliho baru-baru ini. Baliho yang ada saat ini juga menurutnya tidak ada kaitannya dengan ajang Pilpres 2024 mendatang.

"Baliho yang masih ada saat ini bukan karena pilpres, tapi karena melawan begal politik KSP-nya Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Moeldoko cs, yang mengaku-aku Ketum Partai Demokrat secara ilegal," kata Herzaky, Kamis 5 Agustus 2021

Herzaky juga mengatakan, isi baliho yang ada saat ini menegaskan Partai Demokrat konsisten sebagai partai nasionalis religius sebab Partai Demokrat sempat difitnah dan disebut disusupi aliran radikal oleh KSP Moeldoko. Baliho itu juga dibuat oleh kader-kader yang meminta desain ke Pusat, sebagai bentuk perlawanan mereka ke Moeldoko.

"Kalau kami mempertahankan kedaulatan dan kehormatan kami dari pelaku begal politik Moeldoko cs, apakah tidak boleh?" Ujar Herzaky

Herzaky meminta agar Pak Abdillah Thoha sebaiknya memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo untuk menegur Moeldoko. Sebab pada masa Pandemi seperti ini sebaiknya pemerintah fokus menangani Pandemi dan tidak membuat gaduh.

"Kami di seluruh Indonesia sedang fokus membantu korban bencana dan korban pandemi. Jadi, konsentrasi kader kami membantu rakyat, mesti terganggu beberapa bulan akibat gangguan begal politik KSP Moeldoko cs. Mungkin kritik itu lebih substansial dan bermanfaat. Bukan jadi kritik unfaedah," ujar Herzaky

Sebelumnya, politikus senior yang juga merupakan pendiri Partai Amanat Nasional atau PAN, Abdillah Toha, mengkritisi maraknya baliho bergambar wajah Politikus belakangan ini.

Diantaranya adalah Baliho Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, Baliho Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, hingga Baliho Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY),

Abdillah menyindir pemasangan baliho ini yang dilakukan saat Indonesia dalam keadaan sulit akibat Pandemi COVID-19. Seharusnya para politikus lebih peka terhadap kondisi yang dialami bangsa Indonesia saat ini.

"Halo Puan, Erlangga, Muhaimin, AHY, apa tidak risih dan malu memajang gambar diri besar2 di sekujur Indonesia bersaing untuk pilpres yang masih 3 tahun lagi," kata Abdillah dalam akun twitternya @AT_Abdillahtoha Kamis 5 Agustus 2021.

Pemasangan baliho tersebut, diyakini untuk kepentingan Pemilihan Presiden pada tahun 2024. Padahal ajang tersebut masih akan diselenggarakan sekitar tiga tahun lagi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel