Pembelaan Diri Giring Ganesha karena DO dari Kampus yang Pernah Dipimpin Anies Baswedan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Giring Ganesha mempunyai alasan tersendiri mengapa ia meninggalkan bangku kuliah. Hal itu menanggapi kabar ia disebut Drop Out (DO) dari Paramadina, kampus yang penah dipimpin Anies Baswedan.

Lewat akun Instagram pribadinya, Giring mengaku bangga kuliah di kampusnya. Namun karena memilih mengejar mimpi dan passion-nya di dunia musik, ia sengaja meninggalkan bangku kuliah setelah beberapa semester.

Selain passion bermusuk, Giring mengklaim keputusannya itu juga karena tak ingin merepotkan ibunya yang single parent.

"Itu semenjak 1998 ketika almarhum bapak meninggalkan kami sekeluarga. Begitulah, saya yang harus menelan kenyataan pahit dan tidak punya banyak pilihan. Harus memilih kerja atau kuliah," ucap Giring dalam video berdurasi singkat.

"Cita-cita saya sederhana pada waktu itu. Saya ingin mandiri, tidak ingin merepotkan ibu saya yang single parent," imbuh Giring.

Pengalaman itu, sambung dia, mendorongnya untuk memperjuangkan kuliah gratis di Indonesia. "Ilmu dan pengalaman menjadi kunci sukses generasi optimis Indonesia di masa depan !!," kata Giring. Di kampusnya itu, Giring hanya kuliah beberapa semester.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tak Pernah Bertemu Langsung Anies Baswedan

Giring Ganesha (dok.Instagram/@giring/https://www.instagram.com/p/CTJ804yJLeR/Komarudin)
Giring Ganesha (dok.Instagram/@giring/https://www.instagram.com/p/CTJ804yJLeR/Komarudin)

"Di kampus, saya tidak pernah bertemu langsung dengan Mas Anies. Saat saya masuk, waktu itu rektor saya adalah Dr Nucholish Madjid atau Cak Nur. Saat Cak Nur wafat, saya sempat mengantarkan beliau ke pemakaman," ujar Giring.

Pernyataan Giring tersebut merupakan tanggapan terhadap pihak yang menyebutnya ia drop out (DO) dari Universitas Paramadina. Diketahui Giring kuliah di sana pada 2017.

Namun, Giring mengatakan, saat Anies Baswedan menjadi rektor, ia sudah tidak aktif lagi di kampus. Saat itu, ia fokus membangun grup bandnya Nidji.

Berangkat Haji

Giring Ganesha (dok.Instagram/@giring/https://www.instagram.com/p/COM6P_fpxQS/Komarudin)
Giring Ganesha (dok.Instagram/@giring/https://www.instagram.com/p/COM6P_fpxQS/Komarudin)

"Alhamdulillah saat itu, Nidji menjadi salah satu band terkemuka di Indonesia. Alhamdulillah, lagu-lagu kami diterima. Secara finansial, alhamdulillah kami mendapatkan rezeki yang lumayan," tutur Giring.

Dari rezeki yang diperolehnya itu, Giring dan ibundanya bisa berangkat haji ke Mekkah pada 2008. Oleh karena itu, ia mengatakan sangat kritis pada isu gender karena perjuangan ibunya yang single parent.

Unggahan Giring Ganesha ramai mendapatkan tanggapan dari warganet. Tak sedikit yang menyindir Giring atas pernyataannya itu.

"yg jelas faktanya di DO, apapun alasannya馃槀," tegas seorang warganet. "Nyerang Mulu gilirian di serang balik kelabakan馃槀馃槀," timpal warganet yang lain.

Infografis Konsolidasi Partai Banteng Menuju Pemilu 2024

Infografis Konsolidasi Partai Banteng Menuju Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Konsolidasi Partai Banteng Menuju Pemilu 2024. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel