Pembelajaran Jarak Jauh, Efektifkah?

Syahdan Nurdin, ShintaRamadhani
·Bacaan 3 menit

VIVA – Semenjak mewabahnya pandemi Covid-19. Sistem pendidikan diubah secara dratis. Yang semula sekolah tatap muka sekarang menjadi pembelajaran jarak jauh. Apakah pembelajaran jarak jauh efektif untuk pendidikan di Indonesia?

Pandemi Covid-19 semakin memperparah kehidupan. Salah satunya dalam bidang pendidikan di Indonesia. Sejak maret 2020 pembelajaran dilakukan secara online.

Melalui Surat Edaran No. 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Coronavirus Disease, ada beberapa poin yang ditekankan yaitu pembatalan Ujian Nasional dan pelaksanaan pembelajaran daring (dalam jaringan) atau jarak jauh.

Tidak sedikit siswa dan mahasiswa yang mengeluh akan berlangsungnya pembelajaran online. Karena banyak keterhambatan dalam pembelajaran daring.

Pertama dari ketidakstabilannya sinyal serta pulsa internet yang terkadang tidak mencukupi. Siswa dituntut untuk mengikuti seluruh pembelajaran dalam kondisi apapun. Maka dari itu banyak siswa dan mahasiswa yang merasa bosan karena kebanyakan pembelajaran jarak jauh sulit untuk dicerna materi pembelajarannya.

Pendidikan harus tetap dijalankan dalam kondisi apapun. Dalam rangka pengupayaan pencegahan penyebaran virus Covid-19 maka pemerintah mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh Namun, terdapat pula tujuan pembelajaran jarak jauh di lakukan antara lain:

1. Agar virus Covid-19 tidak menyebar di sekolah. Karena rentan tersebarnya virus jika berkerumun.
2. Siswa dan mahasiswa tidak tertinggal dalam pembelajaran di sekolah.

Terdapat tantangan yang dihadapi dalam pembelajaran daring.Tantangan terhadap berlangsungnya pembelajaran antara lain:

1. Guru dan dosen semakin bekerja keras ditengah pandemi Covid-19 karena harus paham akan era digital seperti pembelajaran melalui aplikasi online, pengumpulan tugas serta absensi secara online.

Tidak sedikit guru dan dosen yang kurang menguasai kemampuan dalam menggunakan media elektronik terlebih lagi dalam pengoperasian aplikasi untuk pembelajaran daring. Maka dari itu guru dan dosen semakin bekerja keras supaya dapat menyesuaikan dengan keadaan saat ini supaya dapat tetap mengajar

2. Murid terkadang sering mengalami kendala dalam mengakses internet
Terkadang murid sulit mendapatkan akses internet yang memadai. Karena ada beberapa murid yang tinggal di daerah pedalaman sehingga sulit mendapatkan sinyal.

3. Borosnya kuota internet saat dipakai untuk pembelajaran daring
Dalam aplikasi pembelajaran daring sangan menguras banyak kuota internet. Terdapat beberapa siswa yang tidak mampu membeli kuota hingga akhirnya absen dalam sekolah atau kuliah.

4. Fasilitas yang terbatas
Misalnya dalam satu keluarga terdapat 3 murid yang berbeda tingkatan namun jam belajarnya secara bersamaan dan mereka hanya memiliki satu buah laptop dan satu buah hp. Dengan begitu mereka harus bergiliran memakainya.

Namun dengan adanya tantangan itu semua, tidak mematahkan semangat siswa, guru dan dosen untuk tetap belajar serta berbagi ilmu. Terdapat juga kelebihan dalam pembelajaran daring antara lain:

1. Waktu belajar yang fleksibel
Banyak guru dan dosen memberikan tenggat pengumpulan tugas dalam waktu yang cukup lama sehingga siswa dan mahasiswa merasa memiliki waktu luang.

2. Memudahkan dalam mengumpulkan tugas
Mudah dalam arti kebanyakan tugas yang diringankan oleh para guru dan dosen seperti bebas dalam menulis di kertas ataupun mengetik dalam Microsoft Word.

3. Biaya yang lebih terjangkau
Biaya dalam hal uang jajan sehari-hari dan juga biaya bagi para mahasiswa perantau.

Jika sudah merasa bosan dalam pembelajaran online terdapat kiat-kiat yang dapat dilakukan agar tetap efektif

1. Temukan ruang belajar yang nyaman dan tenang agar pikiran tetap bisa fokus pada materi pembelajaran.

2. Buatlah kelompok belajar agar dapat bertukar wawasan jika siswa ada yang tertinggal ketika belajar daring.

3. Guru dan dosen dapat mengembangkan cara mengajar supaya murid tidak merasa bosan.

Di samping itu semua ada hikmah yang dapat di ambil. Seperti orang tua yang lebih mudah memonitoring kegiatan anak-anaknya karena lebih sering melakukan hal-hal di dalam rumah. Siswa dan mahasiswa lebih memiliki waktu luang dalam produktif melakukan hal yang positif seperti berjualan online, mengikuti seminar online dan lain-lain.

Dengan begitu mari kita sama-sama bersemangat selalu dalam menjalankan aktivitas denngan keadaan yang baru ini. Karena dengan kita mengerjakan dengan semangat dan ikhlas. Insya Allah semuanya akan berjalan dengan baik