Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Siswa dan Guru di SMAN 1 Tangerang Dilarang Naik Angkot

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SMAN 1 Kota Tangerang diberlakukan sangat ketat. Bahkan semua guru dan siswanya dilarang menggunakan angkutan umum saat berangkat dan pulang sekolah.

"Kendaraan kalau bisa diantar atau naik ojek online. Tidak diperbolehkan untuk naik angkutan umum," ujar Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Tangerang, Niniek Nurcahya di SMAN 1 Tangerang, Senin (6/9/2021).

Hal tersebut menurutnya untuk mengurangi resiko paparan Covid-19 kepada siswanya, terutama pada lingkungan sekolah.

Selain tidak diperbolehkan naik angkutan umum, semua elemen sekolah wajib menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan wajib cuci tangan.

Lalu, aturan lainnya adalah, untuk siswa, dilarang saling meminjamkan alat tulis saat di kelas. Disamping itu, dari rumah siswa diwajibkan sudah menyantap sarapan, pasalnya tidak ada jual beli di kantin sekolah.

"Harus sudah sarapan, saat di kelas tidak boleh pinjam alat-alat tulis, tuker-tukeran itu enggak boleh. Makan minum di kelas enggak boleh, karena tidak ada istirahat," jelas Niniek.

Menurut dia, pembelajaran selama tiga jam tersebut akan berlangsung non-stop tanpa istirahat.

Kapaasitas 50 Persen Ruang Kelas

Orang tua murid saat menjemput di halaman sekolah usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Klender, Jakarta, Senin (30/8/2021). Kegiatan(merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Orang tua murid saat menjemput di halaman sekolah usai mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di SDN Malaka Jaya 07 Pagi, Klender, Jakarta, Senin (30/8/2021). Kegiatan(merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Dari pantauan di SMAN 1 Tangerang, siswa mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB menggenakan baju serba putih abu-abu. Tampak mereka menggunakan masker dan banyak tergelantung hand sanitizer di tas yang mereka bawa.

Niniek menjelaskan, hanya siswa kelas 12 saja yang melakukan PTM dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Kalau SMAN 1, yang pertama kali tatap muka, sekitar 50 persen dari siswa kelas 12. Intinya, karena satu kelas jadi satu dengan siswa, jadi perkelasnya hanya 18 siswa. Sudah masuk ke kelas sekarang," jelas," kata Niniek.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel