Pembeli Mobil Bulan Ini Perlu Ekstra Sabar

·Bacaan 1 menit

VIVA – Membeli mobil baru merupakan salah satu momen yang banyak ditunggu, di mana kendaraan akhirnya dikirim ke rumah dan bisa dipakai untuk beragam aktivitas.

Lamanya proses pengiriman unit tergantung dari beberapa hal, mulai dari ketersediaan stok hingga apakah aplikasi pengajuan kredit disetujui oleh pihak leasing.

Namun, bulan ini para pembeli mobil diminta untuk ekstra sabar. Alasannya, pengiriman unit berpotensi mengalami keterlambatan karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Aturan itu awalnya berlaku hingga 20 Juli, namun berpotensi diperpanjang dengan mempertimbangkan tingkat penyebaran pandemi yang belakangan meningkat angkanya.

Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso mengatakan bahwa saat ini seluruh diler yang masuk dalam kawasan PPKM Darurat di Jawa dan Bali tutup sementara, sesuai instruksi pemerintah.

“Wiraniaga sekarang sedang WFH (Work From Home) 100 persen, jadi diler tak boleh beroperasi, petugas administasinya juga. Lalu, kalau saya tidak salah di Samsat juga ada pembatasan, yang mengakibatkan pembuatan STNK baru tidak seperti biasanya,” ujarnya saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Senin 19 Juli 2021.

Menurut Hendrayadi, keterlambatan bakal dialami konsumen yang melakukan pembelian saat PPKM Darurat diterapkan, terutama di pekan kedua Juli.

“Mohon maaf bagi konsumen yang mungkin pada minggu kedua atau saat PPKM Darurat nanti diperpanjang, ada sedikit delay,” tuturnya.

Terkait ketersediaan unit, Hendrayadi mengaku jika pengiriman kendaraan ke diler sampai saat ini statusnya tidak ada masalah, termasuk untuk yang lokasinya di luar Jawa.

“Berdasarkan laporan logistik, semua berjalan dengan lancar, pengiriman tidak ada masalah,” ungkap Hendrayadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel