Pembeli Pajero Sport Tetap Untung Meski Tak Dapat Diskon PPnBM

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah melakukan revisi terhadap program relaksasi pajak barang mewah atau PPnBM, untuk beberapa tipe mobil yang dijual di Indonesia. Kebijakan baru tersebut mulai diterapkan pada bulan ini, hingga akhir tahun.

Dalam daftar tersebut, mobil yang menggunakan mesin berkapasitas hingga 2.500cc, penggerak dua atau empat roda dan diproduksi dengan tingkat kandungan dalam negeri minimal 70 persen mendapatkan insentif.

Besaran pajak yang ditanggung pemerintah untuk tiap mobil berbeda-beda, penggerak dua roda mendapatkan diskon 50 persen hingga Agustus, sementara penggerak empat roda hanya 25 persen.

Meski sudah dibuat di dalam negeri, namun Mitsubishi Pajero Sport tidak berhasil masuk dalam daftar itu. Alasannya, TKDN tidak memenuhi ketentuan sebesar 70 persen. Hal ini sontak membuat Presiden Direktur PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Naoya Nakamura kecewa.

“Saya sangat kecewa, karena Pajero Sport tidak kena program PPnBM. Pabrik kami sudah berupaya keras untuk meningkatkan rasio lokalisasi komponen. Sayangnya, tidak memenuhi guideline untuk PPnBM,” ujarnya saaf konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Rabu 7 April 2021.

Nakamura mengatakan, banyak calon pembeli Pajero Sport yang ingin bisa mendapatkan unit dengan harga terbaik. Tapi, sayangnya hal itu tidak bisa diperoleh dari program relaksasi pajak.

“Kami dari MMKSI meminta maaf, karena telah mengecewakan,” tuturnya.

Untuk mengobati rasa kecewa itu, Nakamura mengaku bahwa MMKSI akan menyiapkan program penjualan khusus untuk Pajero Sport, sehingga pembeli tetap untung.

“Tidak perlu khawatir, kami akan memulai sales program yang lebih baik lagi mulai dari April 2021, khusus untuk Pajero Sport,” ungkapnya.

Sebagai informasi, model terbaru dari Pajero Sport resmi diperkenalkan di Indonesia pada Februari kemarin. Banyak ubahan yang dilakukan, mulai dari eksterior hingga penyematan beragam teknologi canggih.