Pembeli Sepi, Daging Tembus Rp 90 ribu

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Setelah lima hari di pasar-pasar tradisional tidak ada, daging di pasar naik hingga Rp 10.000. Keadaan ini, membuat beberapa pedagang daging mengeluh, karena para pembeli eceran lari, lantaran harga daging yang dijual mencapai Rp 90.000 per kilogram.

Dibeberapa pasar tradisional, terlihat beberapa penjual daging dengan daging yang menumpuk di bedaknya. Bahkan, beberapa dari mereka terlihat kecewa, karena tawaran pembeli sangat rendah.

Hasil pantauan surya, untuk harga daging sapi rawonan dijual mulai harga Rp 72.000 hingga Rp 80.000. Untuk daging biasa dijual rata-rata Rp 86.000. Sedangkan daging yang bagus dijual mulai Rp 88.000 hingga Rp 90.000.

Qudsi, salah satu penjual daging di pasar besar Malang ini mengaku penjualan hari ini menurun drastis hingga 80 persen.

"Biasanya jam segini (siang) sudah bersih, tapi untuk hari ini masih banyak," ujarnya, Kamis (29/11/2012).

Menurutnya, untuk hari ini, hampir tidak ada pembeli eceran sama sekali. Pihaknya hanya melayani pelanggan baksoan dan depot.

"Para pembeli eceran pada lari, soalnya harganya sangat tinggi," tutur pedagang yang mengaku setiap harinya bisa menghabiskan satu kuintal daging.

Naam Nuwardiah, penjual daging sapi di blok tengah pasar besar malang ini mengaku, hari ini mengalami penurunan hingga 50 persen.

"Kalau bisanya habis sampai 50 sampai 60 kilo, sekarang habis 35 kilo sudah syukur sekali," ujarnya sambil menunjukkan tumpukan daging yang banyak.

Menurutnya, turunnya penjualan ini, karena harga daging dipasaran naik, dan pelanggannya yang kebanyakan penjual bakso lari, dan beralih ke daging ayam.

"Mungkin daging sapi cuma buat campuran sedikit saja" tutur Diah.

Keadaan seperti ini, nantinya secara otomatis ia akan mengurangi permintaan daging ke jagal sapi.

"Mau gimana lagi, kalau daging masih banyak ya saya jual lagi besok. Dan sementara menghentikan permintaan ke jagal," kata Diah.

Sepinya pembeli ini juga dirasakan Hasanah, penjual daging di Pasar Klojen.

"Sampai siang ini, saya belum melayani pembeli eceran sama sekali, sekarang daging kami, masih sisa 40 kiloan" ujarnya dengan nada kecewa.

Padahal, biasanya untuk pembeli eceran, bisa membantu mengahbiskan penjualan dagingnya hingga 30 kilogram.

"Semakin mahal harga daging semakin banyak pembeli yang lari," ujarnya.

Menurutnya, ia tidak bisa menurunkan harga daging semaunya, karena harga sapi terus melonjak. Jika harga daging diturunkan, malah akan merugi.

(Reporter : Lailatul Maulidiyah)

Jawa
  • Penjual Dollar Kena Tipu Rp 14 Juta
  • Banser Jember Demo Demokrat
  • Ribuan Buruh Pasuruan Tuntut Ketua FSPMI Dibebaskan
  • Upah Belum Dibayar Sejak 2010, Buruh Demo PT PG
  • Hari Ini Rieke Diah Pitaloka Blusukan di Kota Banjar
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.