Pemberontak Filipina umumkan gencatan senjata patuhi seruan Sekjen PBB

MANILA, Filipina (AP) - Gerilyawan komunis di Filipina, Rabu, mengatakan mereka akan memberlakukan gencatan senjata sesuai dengan seruan Sekjen PBB untuk penghentian global bentrokan bersenjata selama pandemi corona.

Gerilyawan Tentara Rakyat Baru telah diperintahkan untuk menghentikan serangan dan beralih ke posisi pertahan dari Kamis hingga 15 April, kata Partai Komunis Filipina itu dalam sebuah pernyataan.

Para pemberontak mengatakan gencatan senjata adalah "tanggapan langsung terhadap seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk dilakukannya gencatan senjata global antara pihak-pihak yang bertikai untuk tujuan bersama memerangi pandemi Covid-19."

Guterres mengeluarkan seruan pada Senin, dengan mengatakan, "Sudah waktunya untuk menghentikan konflik bersenjata dan fokus bersama pada pertarungan sejati kehidupan kita."

Pemberontakan komunis telah berkecamuk di sebagian besar pedesaan Filipina selama lebih dari setengah abad di salah satu pemberontakan paling lama di Asia. Militer memperkirakan sekitar 3.500 gerilyawan bersenjata tetap bertahan setelah kekalahan pertempuran, pertikaian dan penyerahan diri telah mengurangi jumlah pasukan mereka dalam pertempuran beberapa dekade meskipun pemberontak mengklaim mereka memiliki lebih banyak petempur.

Para pemberontak mengatakan gencatan senjata mereka tidak terkait dengan langkah serupa oleh militer dan polisi, tetapi itu mungkin dapat mendorong pembicaraan awal untuk melanjutkan kembali perundingan yang lama macet.

Presiden Rodrigo Duterte mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan gerilyawan komunis pekan lalu untuk fokus memerangi wabah corona yang mendorongnya untuk menempatkan sepertiga bagian utara negara itu di bawah karantina yang ketat. Pemberontak aktif di wilayah utara, tempat tinggal bagi lebih dari 50 juta orang.

Sidney Jones, analis di Institut Analisis Kebijakan Konflik, yang berbasis di Jakarta, mengatakan perjuangan melawan pandemi global memberi alasan bersama yang jarang terjadi antara pemerintah dan pemberontak.

Jones mengutip bagaimana tsunami Samudra Hindia 2004 membantu mewujudkan kesepakatan perdamaian 2005 antara pemberontak dan pemerintah di provinsi Aceh Indonesia "ketika kedua belah pihak menyadari bahwa membangun kembali lebih penting daripada terus bertempur."

Jika pemerintah dan pemberontak mengindahkan seruan Sekjen PBB, itu akan membantu "masyarakat yang rentan dan mungkin momen singkat ini, bahkan di tengah pandemi, dapat digunakan untuk mempertimbangkan seperti apa hidup tanpa kekerasan nantinya," katanya kepada The Associated Press.

Duterte meluncurkan pembicaraan damai dengan para pemberontak ketika ia mulai menjabat pada pertengahan 2016. Tetapi negosiasi, yang ditengahi oleh Belanda itu, akhirnya macet dengan kedua belah pihak menuduh pihak lain terus melakukan serangan.

Meskipun dia sering mengecam pemberontak, Duterte berulang kali mengisyaratkan dia terbuka untuk melanjutkan negosiasi dengan mereka. Pada bulan Desember, ia mengirim seorang utusan untuk menemui para pemimpin pemberontak komunis yang mengasingkan diri di Eropa untuk membahas prospek melanjutkan perundingan.