Pemberontak Suriah Terkesima Rokok Indonesia

TEMPO.CO, Aleppo--Nyaris semua Tentara Pembebas Suriah merokok. Mungkin rokok membantu mereka menghadapi musim dingin yang sejak bulan lalu melanda Suriah. Yang pasti, saya jarang menemukan tentara pemberontak yang tak merokok.

Semuanya rokok yang mereka hisap bertembakau putih. Biasanya, rokok yang dihisap bermerek Alhamra atau Gauloises, rokok buatan Suriah. Di kawasan Kota Tua Aleppo, misalnya, saya melihat lima tentara menghisap Gauloises, Salah satu tentara pemberontak, Ahmad Hussein, menawari saya Gauloises. Jujur, saya tidak terlalu menyukai rokok putih. Tapi demi kesopanan, saya ambil sebatang. Rasanya mirip-mirip Marlboro atau Dunhill.

Saat saya mengeluarkan Dji Sam Soe, mereka seperti terkesima. Sepanjang pengamatan saya, tak ada rokok di Suriah berbungkus kertas. Saya tawari mereka, dan masing-masing mengambil sebatang.

Sejenak, mereka mengamati rokok tanpa filter itu. Lalu mereka berbincang dalam bahasa Arab. "Hishas…" begitu kata seorang di antaranya. Saya langsung menggelengkan kepala. "No hishas. Just tobacco,” kata saya. Mereka seperti ragu membakarnya. Hishas adalah salah satu jenis narkoba seperti ganja yang berefek memabokkan.

Akhirnya mereka membakarnya. Dua di antaranya langsung terbatuk. "It's not good,"  kata Ahmad Hussein. Tapi yang lain berkata sebaliknya. Pun saat saya mengeluarkan Gudang Garam, mereka masih mengganggapnya sebagai hishas. Benar memang, lain lidah, lain rasa.

PRAMONO

Baca juga:

Sniper dan Sistem Buka-Tutup di Aleppo Suriah

Masuk Suriah, Ucapkan Salam Lancar Kemudian

Tentara Pemberontak Suriah Ternyata Banci Kamera

Brahimi Takut Suriah Seperti Somalia

Aktris Cantik Ini Peduli Pada Pengungsi Warga Suriah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.