Pembiayaan dan aset berkelanjutan perbankan RI capai Rp809,75 triliun

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi mengungkapkan total pembiayaan dan aset berkelanjutan perbankan di Indonesia pada Maret 2022 mencapai Rp809,75 triliun atau sekitar 55,9 miliar dolar AS.

"Jumlah ini setara dengan 13,8 persen dari total kredit di Indonesia," ujar Darmawan dalam Mandiri Sustainability Forum 2022 yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.

Lebih khusus lagi, obligasi terkait Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environment, Social, and Governance/ESG) Indonesia memiliki nilai 9,6 miliar dolar AS per semester I 2022 atau mencapai 2,37 persen dari total pembiayaan Indonesia.

Ia menilai hal tersebut mencerminkan komitmen lembaga keuangan untuk mendukung agenda perubahan iklim Indonesia dan membantu mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Tanah Air.

Baca juga: Menakar pendanaan hijau di Indonesia sebagai agenda penting G20

Tak hanya di Indonesia, kata Darmawan, keuangan global pun telah melihat upaya yang signifikan untuk mengalokasikan sumber daya keuangan dalam mengatasi masalah terkait keberlanjutan.

"Jika kita melihat tren saat ini dalam obligasi terkait ESG sebagai proksi dari mobilisasi sumber daya dan modal, kami melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah penerbitan obligasi ESG itu," tutur Darmawan Junaidi.

Per tahun 2021, lanjut dia, penerbitan obligasi global terkait ESG tercatat sebesar 929,7 miliar dolar AS atau lebih dari dua kali lipat penerbitan obligasi ESG tahun 2019 yang sebesar 358 miliar dolar AS.

Perkembangan ini, kata dia, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas isu-isu ESG dari sektor keuangan di seluruh dunia.

Baca juga: Dorongan untuk partisipasi swasta dalam keuangan berkelanjutan di G20