Pembuat patung dari jasad Fahri sempat hendak kabur ke Madura

MERDEKA.COM. Bocah 4 tahun, Fahri Khusaini Romadhon, warga Endrosono, Surabaya, Jawa Timur tewas dijadikan patung oleh Solihin (22), tetangganya sendiri. Saat kedoknya terbongkar, Solihin sempat melarikan diri dengan bekal Rp 200 ribu sebelum akhirnya ditangkap.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Peraka Surabaya, AKBP Anom Wibowo mengatakan, ketika tertangkap di daerah Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, tersangka hanya mengenakan kaos putih dan celana pendek.

"Saat ditangkap tersangka tengah menaiki becak di daerah Tambak Wedi. Dari pengakuannya, dia hendak menyeberang ke Pulau Madura dengan berbekal uang tunai Rp 200 ribu yang dibawa dari rumahnya," terang Anom di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Selasa (19/2).

Anom menjelaskan, penangkapan tersangka ini dilakukan petugas, ketika jenazah anak keempat pasangan Misnawi dan Zubaidah itu ditemukan di rumah tersangka sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa siang tadi.

"Usai menggelar olah TKP di lokasi kejadian dan mengorek beberapa keterangan dari saksi, petugas langsung melakukan pengejaran. Tersangka akhirnya berhasil kami tangkap ketika berada di atas becak," ujar dia.

Usai melakukan penangkapan, tersangka langsung digelandang ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk menjalani pemeriksaan.

"Meski sudah mengetahui motif pembunuhan yang dilakukan tersangka, pihak kepolisian masih terus mendalami kejiwaan tersangka. Karena kami juga menduga tersangka ini mengalami gangguan masalah kejiwaan. Untuk membuktikan itu, besok (20/2) kami akan memeriksakan psikologis tersangka," tandas Anom.

Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Endrosono Gg 7, Surabaya tiba-tiba dikejutkan dengan penemuan sosok tubuh bocah dengan kondisi terlentang dan sekujur tubuhnya dilaburi semen hingga menyerupai sosok patung. Patung bocah usia 4 tahun yang tak lain adalah anak keempat pasangan Misnawi dan Zubaidah ini, ditemukan warga di samping kiri rumah tersangka yang berada di deretan rumah nomor 19 Jalan Endrosono Gg 7.

Diceritakan, Fahri menghilang secara tiba-tiba pada Sabtu malam, ketika ayahnya yang tengah bekerja di persewaan sound system. Sebelum kejadian, korban ikut ayahnya bekerja untuk memasang peralatan sound di hajatan salah satu warga sekitar (Endrosono Gg 7). Karena rewel, Misnawi kemudian mengantarkan anaknya pulang.

Usai bekerja, Misnawi dan keluarganya kebingungan karena anak terakhirnya tidak ada di rumah. Fahri menghilang hingga empat hari lamanya, dan baru ditemukan pada Selasa siang tadi (19/2), dalam kondisi mirip patung.

Baca juga:
Usai dibunuh, bocah 4 tahun dijadikan patung oleh tetangganya
Demi harta korban, Mega tega bunuh pacar dengan 21 tusukan
Pembunuhan keji, Suprihatin ditusuk 21 kali dikubur cor semen

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.