Pembuat vaksin Jerman beri harapan saat jumlah korban meninggal akibat virus di AS capai 250.000 orang

·Bacaan 4 menit

Frankfurt am Main (AFP) - Pembuat vaksin virus corona terkemuka Jerman mengatakan pada Jumat bahwa vaksinnya bisa disalurkan paling cepat Desember sehingga memberikan kabar lebih menjanjikan sekalipun kematian akibat virus di negara yang terkena dampak terburuk di dunia, Amerika Serikat, melewati seperempat juta orang.

Sejumlah uji coba vaksin klinis yang berlangsung positif tengah membangun harapan bagi diakhirinya pandemi yang telah menewaskan lebih dari 1,3 juta di seluruh dunia sejak pertama kali muncul di kota Wuhan di China akhir tahun lalu.

Tetapi para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan vaksin apa pun mungkin tiba tak cukup cepat menghentikan lonjakan baru sehingga memaksa pemerintah memberlakukan kembali pembatasan anti-virus yang telah mengubah kehidupan dan perekonomian di seluruh dunia.

Vaksin yang dibuat oleh BioNTech Jerman bekerja sama dengan raksasa farmasi Pfizer bisa memperoleh persetujuan di AS dan Eropa sebelum akhir tahun ini dan bahkan bisa dikirimkan Desember, kata CEO BioNTech kepada AFP.

Temuan BioNTech/Pfizer dan satu lagi dari perusahaan AS Moderna telah memimpin dalam perlombaan menghasilkan vaksin, setelah data uji coba skala besar bulan ini menunjukkan suntikan mereka sekitar 95 persen efektif melawan Covid-19.

"Ada kemungkinan kami masih bisa mendapatkan persetujuan dari AS atau Eropa atau kedua wilayah tersebut tahun ini," kata kepala eksekutif BioNTech Ugur Sahin.

"Kami bahkan mungkin mulai mengirimkan vaksin pada Desember," kata dia, "jika semua pihak bekerja sama sangat erat".

Mengamini pesan positif itu, ketua Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan blok ini bisa menyetujui kedua vaksin "paling cepat paruh kedua Desember".

Percobaan vaksin-vaksin lain yang sedang dibuat Universitas Oxford dan AstraZeneca, juga menunjukkan vaksin itu secara aman menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada orang tua yang sehat, selain menghasilkan efek samping kecil terhadap orang lebih muda, kata produsen vaksin dari Inggris itu, Kamis.

Kabar tentang langkah-langkah positif menuju vaksin itu berbanding terbalik dengan angka suram yang muncul dari Amerika Serikat di mana 250.000 orang kini meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Menurut penghitungan dari sumber-sumber resmi yang dikumpulkan AFP, Kamis, secara keseluruhan, virus itu sudah menewaskan paling sedikit 1.350.275 orang dan menginfeksi 56 juta sejak wabah ini muncul di China Desember lalu.

Negara terparah kedua yang terkena virus ini adalah Brasil dengan 167.455 kematian, diikuti India dengan 131.578 kematian, Meksiko 99.528 kematian dan Inggris 53.274 kematian.

Negara bagian-negara bagian dan kota-kota AS memberlakukan serangkaian pembatasan baru, termasuk isolasi di rumah, penutupan tempat makan dalam ruangan, dan pembatasan pertemuan, ketika kasus melonjak.

Kota New York pada Kamis menutup sekolah-sekolahnya sehingga berdampak kepada 1,1 juta siswa, tetapi membolehkan gym dan bar tetap buka, yang kebalikan dari strategi virus di banyak kota Eropa di mana sekolah tetap buka.

Otoritas kesehatan AS memperingatkan warga Amerika pada Kamis agar tidak bepergian untuk merayakan liburan Thanksgiving pekan depan karena virus corona menyebar.

"Itu bukan persyaratan," kata Henry Walke, dokter senior pada badan perlindungan kesehatan pemerintah AS, kepada wartawan. "Itu rekomendasi yang kuat."

Di Rusia, para pejabat kesehatan melaporkan lebih dari 23.600 infeksi baru dan 463 kematian terkait virus dalam 24 jam terakhir. Kedua angka ini merupakan rekor tertinggi sejak wabah itu mulai menerjang negara tersebut.

Jepang juga berada dalam "kewaspadaan maksimum" setelah mencatat rekor 2.000 infeksi setiap hari dengan hampir 500 infeksi di ibu kota Tokyo saja, kendati tidak ada pembatasan segera yang direncanakan.

"Kita berada dalam fase di mana infeksi berkembang pesat, kita perlu waspada," kata Norio Ohmagari, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Jepang, berbicara dalam pertemuan yang membahas situasi virus di ibu kota tersebut.

Tetapi di beberapa bagian Eropa, ada petunjuk pembatasan baru diberlakukan guna menghentikan gelombang kedua memperlihatkan dampaknya.

Infeksi baru di Jerman mendatar sejak lockdown sebagian diberlakukan awal November, kata para pejabat, meskipun jumlah harian kasus virus corona baru tetap terlalu tinggi.

Demikian juga Prancis yang telah mengalami penurunan kasus baru Covid-19 per hari sejak lockdown nasional kedua dimulai akhir Oktober.

Presiden Emmanuel Macron dan para menteri utamanya akan membahas pelonggaran sejumlah pembatasan mulai 1 Desember, meskipun para pejabat memperingatkan negara itu masih jauh untuk mengakhiri lockdown-nya.

Virus corona dan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan demi menghentikan penyebaran virus itu terus mengganggu kegiatan usaha, olahraga, dan hiburan di seluruh dunia.

Pertemuan tatap muka antara kepala juru runding dalam pembicaraan Brexit ditangguhkan Kamis setelah seorang anggota tim UE dinyatakan positif terkena virus corona.

Dua pekan setelah peringatan tentang varian virus yang bermutasi pada cerpelai yang bisa mengancam kemanjuran vaksin, Denmark mengatakan Kamis bahwa jenis virus ini kemungkinan telah diberantas.

Menggarisbawahi tidak ada kasus baru yang terdeteksi sejak 15 September, pemerintah Denmark mengatakan sebagian besar pembatasan di wilayah North Jutlandia yang berpenduduk 280.000 orang, akan dicabut Jumat.

Denmark terpaksa memerintahkan pemusnahan semua dari 15 sampai 17 juta cerpelai secara nasional untuk menghindari mutasi baru virus. Hewan ini bisa tertular virus corona dan sekaligus menularkannya kepada manusia.

Irlandia mengatakan Kamis bahwa mereka sedang merencanakan pemusnahan cerpelai secara nasional di peternakan-peternakan komersialnya yang kabarnya menampung sekitar 100.000 ekor hewan ini.

pma/tgb