Pembuatan Permen Karet Cinta Gampang?

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Surya (Tribunnews.com Network) mencari jalan lain untuk mengetahui kandungan permen cinta, melalui pakar pangan hayati.

Prof Dr Ir Indah Prihartini, Staf Khusus Lembaga Penelitian Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang, diminta untuk memecahkan misteri ini.

Dari Prof Indah inilah, Surya memperoleh sedikit titik terang, bahwa permen cinta diduga memang mengandung bahan herbal. Cara pembuatannya pun diperkirakan mudah.

“Klaim dari penjual bahwa permen ini terbuat dari bahan herbal alami yang tidak berbahaya, sebetulnya tidak terlalu mengejutkan. Perkembangan teknologi pangan memungkinkan herbal menjadi bahan dari sebuah produk permen karet. Malah, saya pikir, sangat mudah untuk mewujudkan hal tersebut,” tuturnya.

Menurut Indah, dalam dunia ilmiah, beberapa herbal memang dikenal memiliki khasiat menaikkan birahi kaum perempuan.

Biji kedelai misalnya, mengandung komponen yang memicu produksi hormon estrogen. Ujung-ujungnya, proses ovulasi atau produksi ovum akan meningkat, sehingga membuat wanita menjadi birahi.

Biasanya, untuk membuat herbal menjadi bahan dasar sebuah produk, akan berujung pada harga produk yang tinggi. Proses ekstraksi bahan herbal itu perlu dana besar. Kalau harga produk itu murah, besar kemungkinan produk itu mengandung bahan sintesis, alias non-alami.

Permen karet libido dengan harga Rp 75.000 hingga Rp 150.000 untuk setiap lima keping, sebetulnya tergolong mahal. Meski, itu juga bukan satu-satunya acuan untuk menilai apakah permen ini mengandung bahan herbal atau non-alami.

Terlepas dari hal tersebut, menurut Indah, yang justru ingin ditekankan adalah keharusan masyarakat berhati-hati dalam membeli sebuah produk.

Tidak adanya izin BPOM maupun kandungan bahan dari permen ini, sudah sepatutnya membuat masyarakat berpikir dua kali untuk mengonsumsinya.

“Kita tidak tahu permen ini mengandung senyawa aktif apa. Bagaimana kalau misalnya permen ini dimakan oleh pria, mungkin saja akan ada efek tertentu,” tuturnya beberapa hari lalu.

Indah juga menyayangkan strategi penjual memasarkan produk perangsang dengan media permen karet.

“Kita semua tahu, permen karet digemari masyarakat dari semua lapisan umur. Akan sangat berbahaya kalau permen ini dikonsumsi mereka yang tidak cukup umur,” ucapnya.

Lebih dari itu, Indah juga meminta konsumen mencermati asal permen ini yang dari luar negeri. Sehingga, konsumen tidak akan pernah tahu, bagaimana tingkat kehalalan permen tersebut berdasarkan kandungan bahan bakunya. (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.