Pembukaan wisata Bintan dan Nongsa diusulkan tunda hingga awal 2022

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) mengusulkan pembukaan perbatasan secara terbatas dengan Singapura untuk dua destinasi wisata yaitu Bintan Resor dan Nongsa Sensation ditunda hingga awal 2022.

"Saya tawarkan kepada teman-teman pelaku pariwisata, kalau sepakat mungkin nanti pekan kedua Januari setelah Desember sukses, kita bicara dengan pemerintah pusat. Diskresi diberikan, baru kita buka," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Batam, Selasa.

Awalnya pemerintah berupaya menerapkan kebijakan perjalanan gelembung (travel bubble) antara Singapura dan RI melalui dua destinasi wisata di Kepri yaitu Bintan dan Nongsa pada Mei, kemudian terus diundur.

Namun, menurut Gubernur, pembukaan perbatasan untuk wisata itu sebaiknya dijalankan pada awal tahun depan, setelah melalui musim padat liburan pada Desember.

"Karena ujian kita yang penting mengantisipasi gelombang tiga di masa Natal dan Tahun Baru, karena pengalaman gelombang dua yang menyulitkan kita sekali pada saat peak season hari raya," kata Gubernur Anshar.

Baca juga: Kemenparekraf upayakan buka wisata Bintan dengan gelembung perjalanan

Apabila masa Natal dan Tahun Baru bisa dilalui tanpa lonjakan kasus COVID-19, maka akan lebih memungkinkan untuk meminta beberapa pengecualian ketentuan perjalanan wisata dari luar negeri untuk Kepri.

Saat ini, lanjut dia, pemerintah pusat masih mengetatkan syarat perjalanan wisman ke Indonesia, termasuk Kepri, di antaranya ketentuan karantina selama lima hari dan PCR empat kali.

Ketentuan itu dinilai amat memberatkan bagi Kepri, mengingat umumnya wisman dari Singapura datang ke Kepri hanya untuk menghabiskan akhir pekan, mulai Jumat hingga Ahad.

Ia berharap nanti pada Januari 2022 pemerintah bisa memberikan pengecualian untuk Kepri dan mengganti karantina hotel atau kapal menjadi karantina wilayah.

"Karena masih point to point dulu. Sementra pilot project Bintan Resor dan Nongsa Sensation, maka mereka minta diskresi karantina kawasan," kata dia.

Demikian juga kebijakan empat kali PCR, juga dinilai memberatkan. Maka ia berharap PCR hanya dilakukan dua kali yaitu saat wisman tiba di Kepri dan saat tiba kembali di negara asalnya, dan tetap dengan syarat telah divaksin COVID-19.

Baca juga: Singapura sambut rencana pembukaan kawasan wisata Lagoi dan Nongsa

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel