Pembunuh Gabby Petito Bunuh Diri dengan Tembakan di Kepala

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Miami - Hilangnya blogger muda bernama Gabby Petito (22) menarik perhatian publik Amerika Serikat. Gadis itu menghilang setelah travel bersama tunangannya, Brian Laundrie.

Brian pulang ke rumah keluarganya di Florida tanpa Gabby Petito. Tak lama kemudian, pemuda itu juga menghilang, dan jenazah Gabby ditemukan.

Pencarian besar-besaran pun dilakukan untuk mencari Brian. Ia berhasil ditemukan di kawasan rawa-rawa Florida. Tubuhnya sudah menjadi tulang, namun penyebab pasti kematian belum diketahui.

Berdasarkan laporan NPR, Rabu (24/11/2021), kematian Brian dipastikan karena bunuh diri. Penyebabnya adalah tembakan di kepala.

Orang tua Brian telah menerima kematian putranya. Mereka merasa berduka, serta berharap hal ini bisa penuntup bagi kedua keluarga.

Baca juga: kronologis hilangnya Gabby Petito

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kematian Gabby Petito

Mendiang selebgram Gabby Petito dan tunangannya, Brian Laundrie. (dok. Instagram @gabspetito)
Mendiang selebgram Gabby Petito dan tunangannya, Brian Laundrie. (dok. Instagram @gabspetito)

Gabby meninggal ketika berkelana ke daerah barat AS. Jenazahnya ditemukan di Grand Teton National Park.

Berdasarkan otopsi, Gabby mengalami luka cekikan.

Sebelum ia meninggal, polisi sebenarnya sempat mendatangi Gabby dan kekasihnya karena mereka berdua bertengkar. Polisi akhirnya memisahkan pasangan itu agar tak bermalam bersama dahulu.

Ibunda dari Gabby berusaha menghubungi putrinya namun tak kunjung diangkat. Ia hanya mendapat pesan bahwa putrinya sedang berada di daerah California.

Belakangan terkuak bahwa Gabby sudah meninggal ketika pesan itu masuk. Dan ternyata itu adalah pesan palsu.

Baca selengkapnya tentang firasat dari ibunda Gabby.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel