Pembunuhan di Surabaya, Dendam Setahun Dibalas 17 Tusukan

Syahrul Ansyari, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA - Dendam kesumat yang dipendam selama setahun membuat E (38 tahun) kalap. Tanpa aba-aba, ia membunuh temannya sendiri, FC (46), dengan sebilah pisau usai ngegym di pusat kebugaran Araya Family Club Jalan Arief Rahman Hakim Kota Surabaya, Jawa Timur. FC tewas dengan 17 luka tusukan.

E dan FC sama-sama berkeluarga dan tinggal di Kota Surabaya. E berumah di Kapas Gading Madya, Dukuh Setro, Kecamatan Tambaksari, sementara FC di Gembong Sawah, Kecamatan Kapasan. Keduanya menjadi trainer di Araya Family Club dan berteman.

"Personal trainer," kata Kepala Kepolisian Sektor Sukolilo Komisaris Polisi Subiyantara saat merilis kasus itu, Selasa, 27 April 2021.

Ia menjelaskan, E mengaku kerap diolok-olok atau di-bully oleh FC ketika bertemu, termasuk ketika sama-sama beraktivitas di pusat kebugaran. E pun kesal dan lama-lama dendam.

"Sudah setahun, tetapi tersangka berusaha baik-baik tidak diindahkan hinaan itu. Korban terus mem-bully hingga akhirnya muncul rencana membunuh," ujar Subiyantara.

Baca juga: Wanita Cantik Dibunuh di Bekasi, Polisi Temukan 23 Tusukan pada Korban

Pada Senin pagi kemarin, E dan FC terlibat cekcok di lantai dua Araya Family Club. E kemudian keluar menuju sebuah mini market tak jauh dari pusat kebugaran. Di sana, ia membeli sebilah pisah dapur.

"Saat korban mau pulang diadang pelaku, terlibat adu mulut lagi. Namun, pisau sudah disiapkan di balik baju tersangka. Saat cekcok [korban] langsung ditusuk," ujar Subiyantara.

Mungkin saking kesalnya, E menusuk tubuh FC secara membabi buta. E tak menghitung berapa kali menusuk korban.

Berdasarkan hasil otopsi, terdapat 17 tusukan di tubuh FC, yakni di bagian leher, dada, punggung, perut, dan paha kiri. FC tewas bersimbah darah saat dilarikan ke RS Haji Surabaya.

E ditangkap polisi tak lama kemudian. Ia mengakui perbuatannya itu. Ia mengaku sebelumnya sempat menahan diri ketika di-bully korban. Namun, kesabarannya jebol dan coba mengingatkan korban agar menjaga ucapan.

"Namun, dia [korban] tetap tidak beritikad baik dan terus membully saya," kata dia.

Hingga akhirnya cekcok pun terjadi di lantai dua Araya Family Club. E kemudian membeli pisau di mini market dan mengadang korban saat akan pulang. Saat itulah penusukan terjadi.

"Saya lupa [berapa kali tusukan], soalnya waktu itu gelap mata," katanya.

Kini, E ditetapkan tersangka dan ditahan. Oleh penyidik, ia dijerat dengan Pasal 340, 338, dan Pasal 351 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan UU Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam.