Pembunuhan pria kulit hitam di AS kembali tuai kemarahan

·Bacaan 2 menit

Columbus (AFP) - Penembakan fatal terhadap pria kulit hitam tak bersenjata oleh aparat kepolisian di Columbus, Ohio, kembali menuai gelombang protes melawan ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi di negara itu, Kamis.

Pembunuhan itu merupakan yang kedua di kota AS tersebut selama Desember ini.

Andre Maurice Hill, 47, berada di garasi pada Senin malam ketika ditembak berulang kali oleh petugas polisi yang dipanggil ke tempat kejadian karena adanya insiden kecil.

Beberapa detik sebelum tembakan, rekaman dari bodycam memperlihatkan Hill berjalan ke arah polisi dengan memegang ponsel di tangan kirinya, sementara tangan lainnya tidak terlihat.

Kepala Kepolisian Columbus, Thomas Quinlan, pada Kamis mengumumkan bahwa ia akan memecat petugas tersebut, Adam Coy, atas tuduhan "pelanggaran serius".

"Kami memiliki seorang petugas yang melanggar sumpahnya untuk mematuhi aturan dan kebijakan Divisi Kepolisian Columbus," kata Quinlan melalui pernyataan. "Pelanggaran ini menyebabkan orang yang tidak bersalah kehilangan nyawanya."

Menurut lansiran media setempat, Coy sebelumnya mendapat pengaduan pemaksaan yang berlebihan.

Coy bersama rekannya menunggu beberapa menit sebelum mendekati Hill, yang masih hidup, tetapi kemudian meninggal.

Hill, pria Afrika-Amerika kedua yang tewas di tangan polisi di Columbus dalam waktu kurang dari tiga pekan, tidak membawa senjata.

Casey Goodson Jr, 23, ditembak berkali-kali pada 4 Desember saat pulang ke rumah. Keluarganya mengaku bahwa ia memegang sandwich, yang dikira pistol oleh penegak hukum.

Belasan pemrotes berkumpul pada Kamis, melambaikan tanda Black Lives Matter dan menyerukan keadilan bagi korban tewas akibat penembakan polisi.

Pembunuhan di Columbus terjadi setelah musim panas, di mana AS diguncang oleh aksi protes bersejarah terhadap ketidakadilan rasial dan kebrutalan polisi, yang dipicu oleh pembunuhan pria Afrika-Amerika George Floyd pada Mei.

Floyd, yang juga tidak bersenjata, tercekik di bawah lutut seorang petugas polisi kulit putih di Minneapolis. Para pejalan kaki yang ketakutan merekam kematiannya, dan langsung saja rekaman itu menjadi viral.

"Sekali lagi petugas melihat seorang pria kulit hitam dan menyimpulkan bahwa dia kriminal dan berbahaya," kata Ben Crump, pengacara bagi sejumlah keluarga korban kebrutalan polisi termasuk Floyd pada Rabu.

Dia mengecam "suksesi tragis penembakan yang melibatkan petugas."

Wali Kota Columbus, Andrew Ginther, mengaku dirinya "marah" dengan kematian Hill.

Dia "dikenal oleh penghuni rumah tempat mobilnya diparkir di jalan," ucapnya pada Rabu saat konferensi pers, menggambarkannya sebagai "tamu ... bukan penyusup."

Ginther mengatakan dia "sangat terganggu" sebab kedua petugas polisi itu tidak memberikan pertolongan pertama kepada Hill dan mendesak agar Coy "segera dihentikan".