Pembunuhan sadis Sisca, Polres Bandung periksa 8 saksi

MERDEKA.COM. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno menegaskan saat ini pihaknya sedang menelusuri dan memeriksa saksi untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis terhadap F Sisca Yofie yang diduga dilakukan dua orang tidak dikenal. Sebanyak delapan saksi diperiksa polisi.

Insiden tersebut pada Senin (5/8) di Jalan Cipedes RT 7/RW 1 Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi. Perempuan yang akrab disapa Sisca ini tewas karena mengalami sejumlah luka akibat diseret oleh sepeda motor serta ada bekas bacokan di kepala.

"Kita periksa saudara, kerabat korban dan dari tempat kos. Ada sekitar delapan orang yang akan dimintai keterangan malam ini," kata Sutarno dalam sambungan telepon, Selasa (6/8).

Terkait lamanya waktu pemeriksaan, Kapolres tidak dapat memastikan, namun dia mengaku pihaknya sudah melakukan olah TKP. Dari hasil sementara, beberapa temuan sudah dikantongi, meskipun hingga saat ini belum ada bukti yang dapat menunjukan sosok pelaku.

"Akan kita dalami, mudah-mudahan bisa melihat lebih jelas untuk mengarah kepada pelaku. Kita pun masih mendalami rekaman cctv," jelasnya.

Data yang terhimpun merdeka.com dari lokasi kejadian, sebelum insiden yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, Fransiska sedang memarkirkan mobil Nissan Livina X-Gear di halaman tempat kosnya di Jalan Setra Indah Utara No 11, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Korban hendak membuka pintu gerbang yang terkunci turun dari mobilnya. Namun tiba-tiba dua orang menggunakan helm full face menarik paksa Siska sehingga terseret sampai ratusan meter.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.