Pemda Bisa Atur Sendiri Program Bansos untuk Sektor Transportasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Pusat telah meminta Pemerintah Daerah (Pemda) mengeluarkan anggaran sebesar Rp2,17 triliun untuk membantu sektor transportasi bagi masyarakat di daerah. Anggaran tersebut ditujukan untuk para pengemudi angkutan umum, tukang ojek hingga nelayan.

"Digunakan untuk membantu orang-orang menghadapi masalah harga ini (kenaikan harga-harga) untuk pengemudi angkutan, ojek itu termasuk nelayan untuk mensupport mereka," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata di komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (29/8).

Isa menjelaskan, sumber dana Pemda berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) masing-masing sebesar 2 persen. Adapun bentuk programnya diserahkan langsung kepada Pemda agar bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.

"Masing-masing Pemda akan memberikan nama, desainnya masing-masing Pemda. Yang jelas diminta untuk mensuport kelompok yang terdampak dengan kenaikan-kenaikan harga," tutur Isa.

Diberikan Melalui Organda

Program bantuan sosial tersebut bisa diberikan melalui organisasi angkutan daerah (organda) seperti yang pernah dilakukan beberapa sebelumnya. Bisa juga berupa bantuan langsung tunai (BLT) kepada pengemudi ojek.

"Bisa berupa bantuan pengemudi ojek. Ini tiap pengemudi membiayai dirinya sendiri. Makan siangnya beli sendiri dan yang naik kan harga pangan" kata dia.

Terpenting kata Isa, dana tersebut disalurkan pemerintah kepada pengemudi angkutan umum, tukang ojek dan nelayan. Agar bisa mendapat perhatian dari pemerintah, sebab Pemda lebih mengetahui kebutuhan masyarakatnya.

"Ini sangat mungkin ini buat Pemda buat subsidi, caranya tergantung daerah karena mereka yang lebih tahu kebutuhan untuk masyarakatnya," pungkas Isa. [idr]