Pemda diharap dorong "people centered development" untuk energi bersih

Pemerintah daerah (pemda) diharapkan turut mendorong prinsip pembangunan yang berpusat pada manusia atau people centered development dalam pemanfaatan energi bersih.

Kepala Biro Perencanaan Kementerian ESDM Chrisnawan Anditya dalam keterangannya di Jakarta, Selasa mengatakan keterlibatan pemda dan masyarakat lokal krusial untuk menjamin pemanfaatan teknologi yang tepat guna, pembangunan yang berjalan dengan lancar, dan menjaga aspek keberlanjutan dari infrastruktur-infrastruktur tersebut.

"Pelibatan masyarakat ini penting agar pemanfaatan energi bersih menjunjung tinggi prinsip people centered development," kata Chrisnawan yang mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana pada acara Side Events G20 Energy Transition Working Group Meeting yang bertemakan "Decentralizing Energy Transition-Advancing the Role of Community and Subnational Government​​​​​​​" di Bali, Selasa (30/8).

Dalam acara yang didukung Institute for Essential Services Reform (IESR) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut, Chrisnawan menyampaikan bahwa akselerasi pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) perlu digerakkan semua stakeholder baik instansi pemerintah, BUMN, swasta, akademisi, asosiasi, maupun masyarakat umum.

"Indonesia memiliki kekayaan EBT yang sangat besar, beragam, dan tersebar di seluruh pelosok negeri. Sampai saat ini, baru 0,3 persen telah dimanfaatkan dari total potensi EBT Indonesia yaitu sebesar 3.686 GW. Potensi yang besar ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus berkembang," ujarnya.

Menurut Chrisnawan, pengembangan EBT tidak hanya memberi dampak positif untuk lingkungan, namun juga dapat membantu meningkatkan aksesibilitas energi listrik di daerah dikarenakan potensinya yang beragam dan tersebar di pelosok negeri.

Setiap daerah, lanjutnya, memiliki potensi EBT khusus yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa menekankan bahwa daerah tidak hanya berperan penting dalam akselerasi transisi energi yang kontekstual dengan kebutuhan dan potensi daerahnya, namun juga dari sana lah muncul inovasi dan keragaman yang perlu didukung dengan kolaborasi berbagai pihak.

"Dari segi investasi, transisi energi di Indonesia yang membutuhkan investasi mahal, berpotensi ditanggung bersama melalui swadaya masyarakat dan pendanaan sektor publik dan swasta lainnya, transisi energi disokong bersama secara gotong royong," ujarnya pada diskusi yang juga dihadiri Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Togap Simangunsong, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, dan perwakilan pemerintah daerah lainnya.

Baca juga: Inovasi teknologi pemanfaatan batu bara dapat dukung transisi energi

Baca juga: Kementerian ESDM: Bangunan hijau berkontribusi turunkan emisi karbon

Baca juga: Menteri ESDM fokus pada regulasi untuk dekarbonisasi lewat CCS/CCUS