Pemda DIY fungsikan hotel di Malioboro sebagai sentra UMKM

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan memfungsikan salah satu bangunan Hotel Mutiara yang berlokasi di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, sebagai sentra penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami ingin meningkatkan kelas UMKM untuk bisa punya ruang di kawasan Malioboro ini untuk berjualan," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X seusai meninjau bangunan Hotel Mutiara di Yogyakarta, Rabu.

Dua bangunan Hotel Mutiara yang terletak di kawasan Malioboro telah dibeli Pemda DIY. Bangunan sebelah utara hotel memiliki empat lantai dan bangunan di sebelah selatan terdiri atas tujuh lantai.

Baca juga: Bahlil: UU Cipta Kerja perkuat peran UMKM dalam perekonomian nasional

Sultan mengakui produk UMKM di DIY memiliki kualitas atau mutu yang bagus dan sangat bervariasi. Kendati demikian, masih memerlukan dukungan dalam aspek penjualan dan pemasarannya.

Dengan membangun sentra penjualan di salah satu bangunan hotel itu, ia berharap mampu mendongkrak kualitas dan penjualan produk-produk UMKM di wilayahnya.

Sebagai tempat penjualan produk UMKM, menurut dia, akan dilakukan renovasi sejumlah ruangan hotel yang memungkinkan dilengkapi eskalator. "Sehingga UMKM yang ada di Yogyakarta ini potensinya bisa tumbuh dengan baik," kata dia.

Baca juga: BKPM sebut UMKM sumbang PDB sebesar 61,7 persen

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pembangunan sentra UMKM akan menempati bangunan Hotel Mutiara sebelah utara. Pembangunannya direncanakan dimulai pada tahun depan.

Menurut dia, anggaran yang bakal diambil untuk proyek itu berasal dari dana keistimewaan (Danais), kendati belum dipastikan berapa nilai kebutuhannya.

Sebelum dilakukan pembangunan, menurut dia, Pemda DIY akan melakukan kajian terkait dengan kondisi gedung. Setelah kajian selesai dilakukan baru di tahun 2021 akan dibuat DED dan uji konstruksi bangunan.

"Status Hotel Mutiara dibeli oleh Pemda DIY. Nanti kita coba sebelah utara kita desain untuk keperluan UMKM. Memang mau dipakai untuk mengembangkan UMKM, istilah beliau (Sri Sultan) UMKM naik kelas. Nanti kita lihat setelah kajian dilakukan," kata Aji.