Pemda DIY gelar pameran budaya Mataram Islam di Trenggalek

Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar pameran budaya bertema perkembangan kerajaan Mataram Islam di Pulau Jawa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Pameran yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai Senin (29/8) hingga Rabu (31/8) itu diselenggarakan dalam rangka ikut menyemarakkan Hari Jadi ke-828 Kabupaten Trenggalek.

"Pameran budaya ini mengangkat tema utama Kerajaan Mataram Islam," terang Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Rully Andriadi di Trenggalek, Senin.

Baca juga: Taiwan gelar pameran budaya Islam 9-18 April

Tak hanya membawa benda-benda peninggalan arkeologis dan foto-foto dokumentasi tentang budaya yang menjadi akar sejarah panjang Kesultanan Ngayogyakarta, Pemda DIY juga menampilkan dokumentasi foto aneka benda bersejarah, berbagai produk khas daerah hingga potensi yang ada di pusatnya.

Muhibah budaya dari Pemda DIY itu mendapatkan sambutan antusias dari masyarakat Trenggalek, terutama dari kalangan pendidikan.

Banyak siswa dan guru datang untuk melihat isi pameran budaya sejarah penyebaran Islam dari Kerajaan Mataram Islam yang berpusat di Yogyakarta itu.

Mereka menilik dari sudut ke sudut ruang pameran yang digelar di gedung Bhawarasa lantai 2 Pemkab Trenggalek tersebut.

Selain itu, pameran tersebut juga menampilkan potensi warisan budaya, cagar budaya, permuseuman, dan potensi desa budaya DIY.

"Tema besar ini dipilih salah satunya karena Kerajaan Mataram Islam dianggap punya pengaruh kuat di Jawa Timur," ucapnya.

Rully menjelaskan pengunjung akan mendapat pengalaman yang berbeda ketika datang ke lokasi pameran. Sebab, dalam pameran itu pemerintah DIY menyajikan pameran kebudayaan yang berpadu dengan pemanfaatan teknologi.

Baca juga: Sumbar targetkan 15.00 pengunjung pameran budaya Islam

Baca juga: Yogyakarta akan hidupkan tradisi budaya Kalang

Pemanfaatan teknologi itu dipakai untuk pemetaan tata pamer. Salah satunya dengan penyajian video mapping menggunakan teknologi hologram, virtual reality dan photo booth digital.

Dengan teknologi itu, pengunjung bisa berinteraksi melalui barang-barang yang dipamerkan dengan panduan petugas pameran.

"Jadi, pengunjung bisa melihat-lihat sembari menambah khasanah pengetahuan terkait kebudayaan yang ada di DIY, dan bisa juga dengan Trenggalek," ujarnya.