Pemda DIY kembali catat 43 kasus baru COVID-19

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu ini, kembali mencatat penambahan kasus baru COVID-19 sebanyak 43 setelah sempat melandai hingga menyentuh nol kasus.

"Penambahan kasus terkonfirmasi COVID-19 di DIY sebanyak 43 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 220.754 kasus," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu.

Berdasarkan wilayah domisili, 43 pasien itu berasal dari Kabupaten Bantul sebanyak 40 kasus, Kabupaten Kulon Progo satu kasus, dan Sleman dua kasus.

Menurut Ditya, penambahan 40 kasus baru COVID-19 merupakan hasil penelusuran yang dilakukan di sekolah di Bantul.

Baca juga: Sultan HB X ingatkan pandemi COVID-19 belum berakhir

Baca juga: Pemda DIY masih mencatat enam tambahan kasus positif COVID-19

"Sebanyak 40 kasus itu merupakan jumlah dari kelanjutan hasil skrining PTM dan kontak erat hasil positif sebelumnya," kata dia.

Jika mengacu riwayat kasusnya, kata dia, 43 kasus itu terdiri atas 25 kasus hasil skrining dan 18 kasus hasil pelacakan kontak kasus positif.

Ia mencatat tidak ada penambahan pasien sembuh, sehingga total jumlah kasus sembuh COVID-19 di DIY tetap 214.679 orang.

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, total suspek kumulatif COVID-19 di DIY hingga Rabu, tercatat 103.431 orang, sedangkan jumlah sampel yang diperiksa bertambah 1.474 sampel, sehingga total menjadi 2.628.763 sampel.

Ia mengatakan total tempat tidur khusus isolasi kritikal di DIY yang tersedia 195 unit, saat ini terpakai 20 unit atau angka keterisian tempat tidur (BOR) 10,26 persen, sedangkan tempat tidur nonkritikal yang tersedia 1.540 unit dan telah terpakai 72 unit atau angka BOR 4,68 persen.*

Baca juga: Pemda DIY masih mencatat 12 tambahan kasus positif COVID-19

Baca juga: BIN DIY bersama Ikageo ITNY percepat vaksinasi penguat jelang mudik

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel