Pemda DIY luncurkan jalur baru Trans Jogja rute Ngabean-Palbapang

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Kementerian Perhubungan meluncurkan jalur baru Trans Jogja rute Ngabean-Palbapang atau dari terminal Ngabean Kota Yogyakarta menuju terminal Palbapang Kabupaten Bantul, DIY dan rute sebaliknya.


"Ini merupakan bagian dari pada evaluasi kita semuanya yang pada intinya bagaimana kita memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya," kata Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Suharto usai peluncuran jalur baru Trans Jogja di Terminal Palbapang Bantul, Kamis.


Menurut dia, apa yang dilakukan hari ini juga merupakan kolaborasi yang luar biasa antara Pemerintah Daerah DIY bersama Kota Yogyakarta, termasuk Kabupaten Bantul yang saat ini telah terdapat rute transportasi umum Trans Jogja.

Baca juga: Hino luncurkan bus FB 130, serahkan 15 unit untuk Trans Jogja

"Yang tentunya memberikan suatu pelayanan kepada masyarakat, karena tentunya transportasi itu tidak dibatasi oleh wilayah, hari ini kita buktikan bahwa angkutan umum itu tidak membatasi wilayah," katanya.


"Saya kira itu, dan hari ini merupakan awal yang baik untuk nantinya kita akan terus mengevaluasi supaya pelayanan angkutan umum ini bisa maksimal kepada masyarakat," katanya.


Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, atas nama Pemkab dan masyarakat Bantul sangat berbahagia dan menyambut baik atas kehadiran moda transportasi umum Trans Jogja yang kini telah menjangkau Kabupaten Bantul.


"Kami berharap dengan hadirnya rute baru ini akan dapat melayani kebutuhan masyarakat Bantul akan transportasi umum yang representatif, nyaman dan terjangkau, sehingga dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan kelancaran transportasi kita," katanya.

Baca juga: Ombudsman minta manajemen Trans Jogja diperbaiki

Bupati Bantul juga berharap, dengan adanya layanan transportasi ini akan dapat mendorong masyarakat Bantul untuk mengurangi dari alat transportasi pribadi ke alat transportasi umum.


"Karena saat ini kita ketahui bersama bahwa jumlah kendaraan bermotor semakin hari semakin banyak, namun pertumbuhan ruas jalan tidak sebanding," katanya.