Pemda DIY masih mencatat 12 tambahan kasus positif COVID-19

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta masih mencatat adanya penambahan kasus konfirmasi positif COVID-19 pada Minggu yaitu sebanyak 12 orang sehingga totalnya menjadi 220.460 kasus.

"Berdasarkan wilayah domisili, 12 pasien itu berasal dari Kota Yogyakarta empat kasus, Kabupaten Bantul satu kasus, Gunung Kidul dua kasus dan Sleman lima kasus," kata Kepala Bagian Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Minggu.

Baca juga: Disnakertrans DIY terima 11 aduan terkait pembayaran THR

Jika mengacu riwayat kasusnya, kata dia, 12 kasus itu terdiri atas enam kasus periksa mandiri dan enam kasus hasil pelacakan kontak kasus positif.

Selain pasien positif COVID-19, Ditya juga mencatat 10 tambahan pasien sembuh, sehingga total jumlah kasus sembuh COVID-19 di DIY menjadi 214.337 orang.

Baca juga: BLT minyak goreng sudah disalurkan ke 58 persen sasaran di DIY

Jika dilihat berdasarkan wilayah domisili, 10 pasien sembuh itu terdiri atas lima orang asal Kabupaten Kulon Progo dan lima orang asal Kabupaten Gunung Kidul.

Ia mencatat satu tambahan kasus meninggal, sehingga total kasus meninggal di DIY 5.885 orang.

Baca juga: BIN DIY bersama Ikageo ITNY percepat vaksinasi penguat jelang mudik

Berdasarkan data dari rumah sakit rujukan, total suspek kumulatif COVID-19 di DIY hingga Minggu tercatat 103.420 orang, sedangkan jumlah sampel yang diperiksa bertambah 2409 sampel, sehingga total menjadi 2.531.068 sampel.

Ia mengatakan total tempat tidur khusus isolasi kritikal di DIY yang tersedia 195 unit, saat ini terpakai 20 unit atau angka keterisian tempat tidur (BOR) 10,26 persen, sedangkan tempat tidur nonkritikal yang tersedia 1.540 unit dan telah terpakai 72 unit atau angka BOR 4,68 persen.

Baca juga: Bupati Bantul imbau pemudik tidak melanggar aturan pemerintah


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel