Pemda DIY minta bantuan Jepang kembangkan kawasan aerotropolis di YIA

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan meminta bantuan Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk melakukan studi mengenai pengembangan kawasan aerotropolis di sekitar Yogyakarta International Airport (YIA) di Kabupaten Kulon Progo.

"Ngarsa Dalem (Sultan HB X) ingin Jepang bisa membantu DIY studi terkait kira-kira kalau membangun kawasan (aerotropolis) di sekitar bandara itu seperti apa," kata Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal DIY Agus Priyono seusai mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu Kepala Perwakilan Kantor Indonesia JICA Yasui Takehiro di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis.

Menurut Agus, keinginan Pemda DIY menggandeng Jepang dalam hal studi desain pembangunan kawasan aerotropolis YIA ini agar di sekitar bandara tidak muncul kawasan kumuh.

"Supaya tidak ada 'slum area' (kawasan kumuh), tidak ada permukiman kumuh," ujar dia.

Baca juga: Pemda DIY perketat penapisan di YIA cegah varian baru COVID-19

Hal tersebut, menurut dia, mendukung posisi DIY sebagai tujuan wisata domestik maupun mancanegara.

"Hal ini karena Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota budaya, jadi begitu wisatawan datang, yang mereka lihat adalah daerah yang tertata. Apalagi kondisi bandara kita ini sudah bagus, jadi harus didukung dengan tata kota atau tata letak perencanaan yang bagus juga," kata dia.

Pembangunan kawasan aerotropolis itu, kata Agus, akan menjadi bagian dari kerja sama ke depan antara Pemda DIY dengan JICA.

"Soal aerotropolis ini sebelumnya DIY juga sudah ada komunikasi dengan perwakilan JICA yang lama. Kedatangan JICA kali ini juga sekaligus menindaklanjuti permohonan DIY soal aerotropolis," kata dia.

Berikutnya, ia mengatakan akan ada pertemuan-pertemuan kedua pihak untuk membicarakan hal-hal yang lebih detail lagi.

Baca juga: BMKG gandeng JICA kembangkan sistem peringatan dini gempa dan tsunami

Sementara itu, Kepala Perwakilan Kantor Indonesia JICA Yasui Takehiro mengatakan Yogyakarta merupakan salah satu mitra yang sangat penting bagi Jepang dalam hal kerja sama. Untuk itu JICA berkeinginan lebih mengembangkan kerja sama bersama Pemda DIY.

"Kami di sini juga ingin berkontribusi dalam perkembangan kemajuan Yogyakarta. Dan kedatangan saya saat ini, selain untuk memperkenalkan diri, sekaligus juga menyampaikan tekad dari JICA untuk ke depannya ingin tetap mengembangkan kerja sama yang lebih baik lagi dengan Yogyakarta," ujar Yasui Takehiro.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel