Pemda dukung penyelenggaraan Program Pendidikan Guru Penggerak

Sejumlah pemerintah daerah mendukung penyelenggaraan dari Lokakarya Tujuh yang diselenggarakan angkatan tiga dari Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“PPGP ini mampu menggali bakat dan minat peserta didik. Tentu ini tidak mudah, butuh kesabaran dan kreativitas yang tinggi,” ujar Bupati Kuningan, H Acep Purnama, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Kegiatan tersebut memberikan informasi bagi para guru penggerak serta berfokus pada pengajaran keterampilan itu merupakan wujud komitmen pendidik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Baca juga: Peserta Program Guru Penggerak ingin meningkatkan kualitas pendidikan
Baca juga: Sebanyak 8.105 guru ikuti Program Guru Penggerak angkatan kelima

Acep Purnama mengatakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan berfokus pada minat murid akan memberikan perubahan positif di lingkungan belajar sekolah. Dengan begitu, program Guru Penggerak dapat dinilai berhasil.

“Saya mengharapkan bisa menghasilkan pemimpin pembelajaran yang menerapkan merdeka belajar dan menggerakkan seluruh ekosistem pendidikan untuk mewujudkan sistem pendidikan yang berpusat pada murid, sehingga membawa kebangkitan dan kemajuan pendidikan,” tambah dia.

Acep Purnama berharap Program Pendidikan Guru Penggerak juga bisa mewujudkan Kuningan sebagai Kabupaten Pendidikan pada 2025 mendatang.

Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga yang mengapresiasi program tersebut, mengatakan, guru penggerak harus menjadi contoh dan pembawa perubahan bagi diri sendiri dan lingkungan belajar.

“Calon guru penggerak harus dapat meningkatkan kompetensi dalam mengelola pembelajaran yang berpihak pada murid dan dapat menciptakan murid-murid yang memiliki karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” kata dia.

Baca juga: Nadiem menginap di rumah guru penggerak di Tarakan saat kunker
Baca juga: Pemerhati minta semua sekolah dapatkan pendampingan secara merata

Lokakarya Tujuh merupakan salah satu rangkaian yang harus diikuti oleh guru penggerak angkatan tiga.

Kegiatan itu berfokus pada inovasi dan kreativitas sehingga mengharuskan setiap guru penggerak untuk berinovasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang menyenangkan dan berfokus pada peserta didik. Melalui lokakarya itu, para guru penggerak dapat mempraktikkan program-program secara langsung ke masing-masing sekolah.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek, Iwan Syahril, saat dikonfirmasi mengapresiasi guru-guru penggerak angkatan tiga yang telah melewati program dan memberikan yang terbaik pada Lokakarya Tujuh .

Menurut Iwan, kegiatan ini merupakan komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui perbaikan kualitas pendidik.

“Kami memberikan selamat kepada guru-guru penggerak dan berbagai pemerintah daerah yang telah memberikan dukungan untuk program persiapan kepemimpinan sekolah kita ini. Kami percaya dukungan dari seluruh pihak akan semakin mempercepat perubahan yang signifikan dalam kualitas pendidikan bagi anak-anak Indonesia,” kata Iwan.

Baca juga: Guru: Program Pendidikan Guru Penggerak berikan segudang manfaat
Baca juga: Mendikbudristek: SDM kunci transformasi pendidikan Merdeka Belajar

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel