Pemda Jatim hingga Aceh Juga Lirik Bus Listrik Bakrie Autoparts

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berupaya menjadi yang terdepan dalam pengembangan electric vehicles atau kendaraan listrik, khususnya di segmen bus listrik.

Sudah dua tahun lebih, anak usaha BNBR yakni PT Bakrie Autoparts (BA), telah berupaya agar bisa lulus ketentuan legalitas, serta uji coba secara komersial di BUMD DKI Jakarta, yaitu Transjakarta.

Direktur Utama BNBR, Anindya Novyan Bakrie, memastikan bahwa selain DKI Jakarta, sejumlah Pemda lainnya juga telah melirik bus listrik garapan Bakrie Autoparts. Bus ini akan dijadikan sebagai angkutan umum di provinsinya masing-masing.

"Kita juga sudah mulai banyak berkomunikasi dengan (pemerintah daerah) provinsi lain, seperti Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Aceh. Karena mereka juga tidak ingin kalah untuk bisa mengikuti gerakan (penggunaan) bus listrik ini, demi kebersihan lingkungan dan juga udara," kata Anindya dalam telekonferensi, Kamis 17 Desember 2020.

Baca juga: Bank Dunia: Rakyat Miskin Indonesia Butuh Harga Pangan Terjangkau

Dia pun berharap bahwa setelah uji coba bus listriknya itu selesai di akhir semester II-2020, maka tidak lama lagi akan 'purchase order'.

"Dan (bus listrik) ini bisa menjadi suatu pembaruan juga, bukan hanya bagi Bakrie & Brothers tapi juga buat Jakarta dan daerah-daerah lain yang akan menggunakannya," kata Anindya.

Apalagi, lanjut dia, banyak masyarakat berpendapat bahwa bus listrik BNBR ini, bersih, suaranya tidak bising. “Sebagaimana electric bus pada umumnya," ujarnya.

Diketahui, Bakrie & Brothers melalui anak usahanya, yakni PT Bakrie Autoparts (BA), saat ini tengah melakukan pengembangan kendaraan listrik untuk penggunaan di wilayah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Bakrie Autoparts saat ini juga sedang membangun unit ketiga bus listrik di sebuah perusahaan karoseri lokal, yang diperuntukkan untuk penggunaan di jalur Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta. Perseroan berharap pemesanan bus listrik secara massal sudah akan dapat diterima selepas proses pelaksanaan uji coba di akhir tahun 2020. (ren)