Pemda konsultasikan program strategis percepat pembangunan Manokwari

Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Manokwari, Papua Barat, segera mengonsultasikan sejumlah program strategis dengan Pemerintah Pusat melalui kementerian dan lembaga (K/L) untuk mempercepat pembangunan daerah ini.

Langkah konsultasi dengan Pemerintah Pusat tersebut sebagai tindak lanjut atas komitmen Bupati Kabupaten Manokwari Hermus Indou yang didukung Penjabat Gubernur Paulus Waterpauw dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Manokwari sebagai miniatur Provinsi Papua Barat.

"Muruah Papua Barat ada pada pembangunan Kabupaten Manokwari. Oleh karena itu tim kerja yang sudah dibentuk segera berkonsultasi tentang program-program urgen dengan kementerian dan lembaga di Jakarta," ujar Pj. Gubernur Paulus Waterpauw, Senin di Manokwari.

Waterpauw mengatakan bahwa usulan percepatan pembangunan Kabupaten Manokwari merupakan bagian dari aspirasi masyarakat bawah (button up) yang perlu didukung untuk tercapainya cita-cita pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah ini.

"Kalau tujuannya positif untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat maka patut didukung karena, itulah fungsi kehadiran Pemerintah dalam melayani masyarakat," kata Waterpauw.


Ia berharap Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Manokwari yang terdiri atas Pemda Manokwari dan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat agar meningkatkan koordinasi, mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan untuk dikonsultasikan.


"Dalam waktu singkat ini, saya harap tim kerja bisa maksimal menyiapkan semua dokumen dari program-program strategis untuk dikonsultasikan bersama kementerian/lembaga yang berwenang terhadap proyek strategis nasional," kata Paulus Waterpauw.

Baca juga: PUPR tinjau lokasi Pembangunan jembatan Pulau Mansinam Manokwari

Baca juga: Mensos: Masyarakat Papua harus jadi subjek pembangunan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel