Pemda Sumut Setuju Pencalonan MH Manullang Jadi Pahlawan Nasional

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemerintah Daerah Sumatera Utara mendukung penuh pencalonan Mangaradja Hezekiel Manullang atau yang lebih dikenal sebagai Tuan MH Manullang sebagai Pahlawan Nasional (PN) tahun 2021.

“Dari paparan panitia sangat jelas, Tuan MH Manullang (TMHM) seorang pejuang nasionalis multisektor, yang menentang ekspansi agraria ke Tanah Batak, tokoh pers,pendidikan, emansipasiwanita,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Sabrina yang juga Ketua TP2GD Sumut, Sabtu 27 Maret 20 21.

Sabrina mengungkapkan, untuk menentang kerja rodi (kewajiban bagi setiap laki-laki dewasa untuk bekerja selama 52 hari dalam setahun tanpa dibayar), TMHM menemui Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia (sekarang Jakarta) untuk melayangkan protes.

Pada massa itu, TMHM mendesak penjajah Hindia Belanda untuk menurunkan pajak/balasting dan segera membangun fasilitas kesehatan bagi rakyat. Masyarakat sudah sangat tersiksa akibat rodi yang tidak dibayar bahkan masih membayar pajak yang tinggi.

“TMHM tiga kali dipenjarakan oleh tiga penjajah yang berbeda, yaitu zaman Belanda, Jepang dan NICA. Ini sudah bukti valid bahwa Tuan MH Manullang tak pernah berhenti berjuang melawan penjajah,” kata Sabrina.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Sumut Rajali selaku Wakil Ketua TP2GD melaporkan, sidang diikuti 12 anggota TP2GD. “Semua anggota TP2GD setuju dan mendukung pencalonan TMHM sebagai calon PN dari Sumut 2021. Selanjutnya, berkasakandikirimke Jakarta,” kata Rajali.

Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari, dalam kapasitas sebagai anggota TP2GD, mengungkapkan, TMHM yang berhubungan baik dengan para pejuang Serikat Dagang Islam (SDI), menduplikasi gerakan SDI di Tanah Batak.

“Melalui Hatopan Kristen Batak (HKB) yang artinya “Paguyuban Kristen Batak,” TMHM menginspirasi Gerakan Pemuda Batak (JongsBatak).TMHM Bahkan menggalang solidaritas masyarakat melalui pelaksanaan kongres Persatuan Sumatra di Tarutung,” ungkap Azhari.

Baca juga: Dua Jenderal Pendiri Partai Asyik Ngopi Beneran