Pemecatan inspektur jenderal oleh Trump ancam badan pengawas stimulus virus corona

Oleh Sarah N. Lynch

WASHINGTON (Reuters) - Pembersihan yang dilakukan Presiden Donald Trump terhadap beberapa pengawas internal pada badan-badan AS dapat memelencengkan pengawasan anti-korupsi pada paket bantuan federal senilai 3 triliun dolar AS guna membantu bisnis, pemerintah negara bagian dan lain-lain yang terpukul oleh pandemi virus corona.

Para inspektur jenderal yang dikenal sebagai para IG, ditunjuk oleh presiden atau kepala badan sejak akhir 1970-an untuk melayani berbagai departemen dan lembaga federal guna mencegah perilaku ilegal dan salah urus.

Sebuah dewan pengawas, Komisi Akuntabilitas Tanggap Pandemi (PRAC), telah didirikan oleh parlemen dengan anggaran 80 juta dolar dan berjangkauan luas untuk menemukan "penipuan, pemborosan, penyalahgunaan dan salah kelola" dalam langkah-langkah besar tanggap virus corona.

Keanggotaannya termasuk para IG yang ditugaskan memantau dan memberi tahu publik tentang penanganan pandemi oleh pemerintahan Trump, mulai dari kesehatan masyarakat hingga pembagian uang. Pemecatan yang dilakukan Trump telah menimbulkan pertanyaan tentang seberapa efektif dewan ini dapat memberikan pengawasan pada saat para IG mungkin mengkhawatirkan pekerjaan mereka.

Dalam enam pekan terakhir, Trump telah melengserkan lima IG setelah mengaku kehilangan kepercayaan kepada mereka. Tiga IG yang bertugas di komisi itu adalah: Mitch Behm dari Departemen Transportasi, Glenn Fine dari Pentagon dan Christi Grimm dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan. Dua IG lainnya terlibat dalam investigasi tingkat tinggi yang melibatkan Trump atau sekutu-sekutunya: komunitas intelijen Michael Atkinson dan Steve Linick dari Departemen Luar Negeri.

Fine memimpin PRAC sebelum Trump memecatnya sebagai penjabat IG dan menurunkan jabatannya.

"Ini benar-benar semacam pemerintahan teror yang dilepaskan untuk komunitas IG dan pada saat pengawasan mereka lebih dibutuhkan dan lebih diperlukan sepanjang yang saya ingat," kata Michael Bromwich, seorang inspektur Departemen Kehakiman umum di bawah mantan Presiden Bill Clinton. "Itu buruk untuk semua orang, tapi ini lebih buruk bagi rakyat."

Kubu Demokrat dan para pengkritik lainnya menuduh Trump menarget para IG dalam upaya memastikan bahwa hanya loyalis politik yang bertugas pada posisi-posisi penting ini. Sebagai contoh, Atkinson tahun lalu dianggap sebagai seorang pelapor yang "dapat dipercaya" yang melawan presiden Republik dan menggerakkan peristiwa yang menyebabkan pemakzulan dia di Dewan Perwakilan Rakyat pada Desember. Trump dibebaskan Senat dan tetap berkuasa pada Februari.

Trump pada Senin mengisyaratkan bahwa semua IG yang ditunjuk oleh pendahulunya dari Partai Demokrat Barack Obama harus diberhentikan.


'ALASAN YANG BENAR'

Keputusan-keputusan federal selama pandemi akan memiliki konsekuensi ekonomi dan kesehatan masyarakat yang langgeng, kata Noah Bookbinder, direktur eksekutif CREW, sebuah kelompok pengawas nirlaba yang berbasis di Washington.

"Anda harus tahu semua ini dibuat untuk alasan yang benar," kata Bookbinder.

Paket bailout senilai 700 miliar dolar setelah krisis keuangan lebih dari satu dekade lalu diimplementasikan dengan sedikit penipuan atau penyalahgunaan, kata Bookbinder, sebagian karena "IG yang diberdayakan penuh, mengawasi ketentuan dan mendapatkan pengawasan agresif dari Kongres."

Para politisi Demokrat termasuk Ketua DPR Nancy Pelosi telah mengajukan pertanyaan tentang legalitas langkah Trump memberhentikan IG. Pelosi mengatakan pada Minggu pemecatan seorang inspektur jenderal sebagai pembalasan politik "bisa melanggar hukum." Sementara DPR yang dikuasai Demokrat telah meluncurkan penyelidikan ke beberapa pemindahan IG, Senat yang dikendalikan Partai Republik kurang berkeinginan untuk melakukannya.

Para IG menduduki badan-badan cabang eksekutif, memiliki tugas unik melaporkan temuan mereka kepada Kongres dan kepala lembaga. Pekerjaan mereka dimaksudkan untuk tidak berpihak, tetapi seorang presiden berhak memindahkan mereka karena alasan apa pun. Hukum AS mewajibkan presiden memberi tahu Kongres dalam waktu 30 hari setelah tindakannya.

Hanya ada satu percobaan pemecatan massal IG sebelumnya. Presiden Ronald Reagan dari Partai Republik pada 1981 memecat para IG yang diangkat pendahulunya dari Partai Demokrat Jimmy Carter, tetapi mempekerjakan kembali beberapa orang setelah keributan politik.

Upaya Trump membidik para IG yang menjabat sebelum ia menjadi presiden bukanlah perkembangan baru. Sebelum menjabat pada Januari 2017, tim transisinya memberitahukan beberapa IG bahwa mereka akan diberhentikan. Gedung Putih membatalkan rencana itu setelah para IG mengungkapkan keprihatinannya kepada parlemen.