Pemecatan Jaksa Agung Mesir Timbulkan Reaksi Massa

Kairo (ANTARA) - Presiden Mesir Mohamed Moursi pada Kamis malam memecat memecat Jaksa Agung Abdel Maguid Mahmoud dan mengangkat Talaat Ibrahim sebagai Jaksa Agung baru.

Ini merupakan pemecatan kedua kalinya setelah pemberhentian sebelumnya pada Oktober lalu untuk dijadikan duta besar untuk Vatikan, namun ditolak oleh Maguid Mahmoud.

Talaat Ibrahim langsung diambil sumpah oleh Presiden pada Kamis malam (Jumat dinihari WIB).

Pemecatan tersebut menimbulkan reaksi dari beberapa kalangan termasuk tokoh penggerak revolusi, Mohamed Elbaredai dan Sekretaris Jenderal Liga Arab - saingan politik Moursi dalam pemilihan presiden pada Juni lalu.

Massa dari kalangan pemuda pro-reformasi pada Kamis malam berkumpul di Bundaran Tahrir dan meneriakkan yel-yel penolakan mereka terhadap pemecatan tersebut.

Jaksa Agung Abdel Maguid Mahmoud yang diangkat sejak era presiden terguling Hosni Mubarak itu dianggap sebagai pro-rezim lama.

Ia dinilai sebagai pro-rezim lama sehingga dalam sejumlah kasus perkara korupsi dan penyelewengan kekuasaan dianggap lemah dalam penuntutannya.

Hukuman ringan dan pembebasan sejumlah pejabat era rezim lama yang diadili, seperti Mubarak dan dua anaknya, mantan Menteri Dalam Negeri Habib Al Adly, dianggap akibat ulah dari Jaksa Agung.

Massa yang menolak pemecatan itu menyerukan akan berunjuk rasa sejuta umat di Bundaran Tahrir pada Jumat (23/11). (jk)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.