Pemegang Aset Kripto Donasikan Token untuk Korban Bencana NTT

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVAAset kripto atau uang kripto (cryptocurrancy) semakin populer di Indonesia saat ini. Pemiliknya semakin banyak dan mulai digunakan untuk kegiatan sosial seperti berdonasi.

Salah satu platform jual beli aset digital atau kripto Zipmex Indonesia melakukan penggalangan dana melalui program #ZMTuntukNTT. Gerakan ini memiliki tujuan membantu korban bencana siklon seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

Baca juga: Jokowi Ungkap Kini Perusahaan Teknologi Ada di Semua Sektor

Country Head of Zipmex Indonesia Yoga Sades Sugeharto menyebutkan, penggalangan dana ini dilakukan sejak 26-30 April dan melibatkan pengguna Zipmex Indonesia.Ada 2.608 Zipmex Token yang berhasil dikumpulkan di periode tersebut.

"Dana ini dikonversi ke bentuk rupiah dengan nilai tukar Rp 57.000 per token dengan patokan harga jual ZMT 30 April 2021 pukul 21.00 WIB," ujar Yoga dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 4 Mei 2021.

Dia menjabarkan, dari token yang didonasikan tersebut, secara total terkumpul bantuan sebesar Rp148.656.000. Seluruh hasil penggalangan dana ini disalurkan melalui Wahana Visi Indonesia, sebuah yayasan sosial kemanusiaan yang berbasis di Jakarta.

Yoga menyampaikan, apresiasi kepada pengguna Zipmex yang bersedia menyisihkan keuntungan demi membantu masyarakat NTT.

"Kami harap donasi yang terkumpul dari program #ZMTuntukNTT bisa meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana. Kami juga berharap dampak bencana siklon seroja cepat berakhir," tambahnya.

Sementara itu, National Resources Development Director Wahana Visi Indonesia Beatrice Mertadiwangsa mengungkapkan, bantuan ini akan didistribusikan dalam bentuk uang tunai. Bantuan itu bisadigunakan oleh para korban untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka agar bisa pulih secara ekonomi.

Seperti diketahui, siklon tropis seroja adalah fenomena alam yang berasal dari bibit siklon tropis 99S. Bencana alam ini melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu 4 April 2021 dan meluluhlantakkan setidaknya 10 kabupaten dan 1 kota.

Catatan BNPB, ada 66 ribu rumah rusak parah dan 12.334 orang terpaksa mengungsi. BNPB mencatat bencana ini mengakibatkan 181 warga meninggal dunia, 48 orang hilang, dan ratusan lainnya luka-luka.