Pemegang saham setujui laporan tahunan BEI

Kelik Dewanto

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetujui laporan tahunan penyelenggara perdagangan efek tersebut untuk tahun 2019.

"Secara aklamasi, pemegang saham menyetujui laporan tahunan 2019 dan laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2019," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi saat jumpa pers secara virtual di Jakarta, Selasa.

Baca juga: BEI tegaskan akan terus jaga optimisme pasar

Pada 2019, BEI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp1,56 triliun atau meningkat 12,4 persen dari pendapatan usaha pada 2018 yakni Rp1,38 triliun.

Secara keseluruhan, jumlah pendapatan perusahaan mencapai sebesar Rp1,91 triliun atau meningkat 16,2 persen dari 2018 yang Rp1,64 triliun.

Jumlah beban pada 2019 mencapai Rp1,33 triliun atau meningkat 5,3 persen dari 2018. Meski terdapat kenaikan beban, perusahaan mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp445 miliar pada 2019 atau tumbuh 67,4 persen.

Pada 2019, BEI membukukan nilai total aset sebesar Rp7,2 triliun atau mengalami kenaikan 5,8 persen dari 2018.

Total kewajiban perusahaan (liabilitas) sebesar Rp2,75 triliun atau turun 5,8 persen dengan komponen utama penurunan berasal dari liabilitas penyelesaian transaksi bursa.

Terakhir, total ekuitas perusahaan sebesar Rp4,45 triliun atau mengalami kenaikan 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

RUPST yang dihadiri oleh 93 pemegang saham atau 95,87 persen dari jumlah pemegang saham yang memiliki hak suara tersebut juga menunjuk akuntan publik Purwantono, Sungkoro & Surja, anggota dari Ernst & Young Global, sebagai kantor akuntan publik yang akan mengaudit buku perseroan untuk tahun 2020.

Pemegang saham juga memberikan persetujuan pengangkatan dan penetapan honorarium bagi anggota dewan komisaris perseroan masa bakti 2020-2023 serta pemberian uang jasa pengabdian bagi anggota dewan komisaris perseroan yang berakhir masa baktinya.

Anggota dewan komisaris BEI periode 2020-2023 adalah John A Prasetio sebagai komisaris utama, dan empat komisaris yaitu Mohammad Noor Rachman Soejoeti, Heru Handayanto, Karman Pamurahardjo, dan Pandu Patria Sjahrir.

Baca juga: BEI sebut 20 perusahaan akan melantai di bursa
Baca juga: BEI: Laba bersih emiten tahun lalu hanya Rp8 triliun, turun 2 persen