Pemegang Saham Telkomsel Punya SIM Card 5G Siap Pakai

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – BUMN Telekomunikasi Singapura yang juga pemegang saham Telkomsel, Singapore Telecommunications (Singtel), mulai menerbitkan SIM card atau kartu SIM yang kompatibel dengan jaringan mandiri 5G.

Saat ini kartu SIM generasi terbaru itu sudah diluncurkan di ratusan lokasi di seluruh Singapura, termasuk beberapa situs dalam ruangan, kendati perangkat atau handset 5G yang ada kini belum bisa mengakses jaringan tersebut.

Baca: iPhone Dikepung 5 Ponsel Android Kelas Sultan

Menurut Kepala Eksekutif Konsumen Singtel, Anna Yip, pelanggan baru atau mereka yang memperbarui kontrak layanannya dapat memilih SIM card 5G baru apabila mereka mendaftar untuk layanan tambahan 5G, atau yang dinamakan Paket 5G XO Plus 68, dengan biaya SG$37,45 (sekitar Rp406 ribu) hingga 31 Mei 2021.

Bagi pelanggan lama yang sudah punya Paket XO Plus 68 juga bisa menukar kartu SIM 5G baru secara gratis. Namun, pelanggan dengan SIM card ini tetap tidak bisa mengakses layanan melalui jaringan mandiri 5G, meskipun mereka memiliki smartphone yang mendukung teknologi ini.

Handset semacam itu akan membutuhkan pembaruan software atau perangkat lunak dari pabrikannya untuk memungkinkan pengguna mengakses jaringan mandiri 5G. Yip mengaku memilih untuk menerbitkan kartu SIM 5G sekarang untuk 'membuktikan masa depan' pengalaman seluler pelanggannya.

Meski jaringan mandiri 5G milik Singtel telah diluncurkan di ratusan lokasi, namun Yip menolak untuk mengungkapkan jumlah pastinya. Situs-situs tersebut, lanjut dia, saat ini termasuk Kawasan Pusat Bisnis dan Pulau Sentosa, serta beberapa lokasi dalam ruangan, seperti Vivocity, Ngee Ann City, dan beberapa gerai ritel Singtel.

"Kami akan meluncurkan lebih banyak model handset yang kompatibel dengan jaringan mandiri 5G sampai akhir tahun ini. Karena, produsen merilis pembaruan perangkat lunak untuk smartphone 5G mereka," kata Yip, seperti dikutip dari situs ZDNet, Senin, 3 Mei 2021.

Ia berharap jaringan mandiri 5G secara nasional akan aktif dan beroperasi penuh di Singapura pada 2025. Singtel tidak main-main untuk mewujudkan sebagai perusahaan telekomunikasi yang mampu menerapkan jaringan mandiri 5G di Asia Tenggara.

Pemegang saham Telkomsel ini telah bekerja sama dengan Ericsson untuk menyebarkan jaringan mandiri 5G lokal yang berjalan pada spektrum 3,5GHz. Pada Februari 2021, Singtel juga mulai menawarkan infrastruktur komputasi tepi 5G pada platform cloud Azure Microsoft.

Hal ini memungkinkan bisnis untuk menjalankan aplikasi seperti kendaraan berpemandu otonom, drone, robot, dan virtual / augmented reality, dalam jarak yang lebih dekat dengan pengguna.

Kemitraan strategis ini juga memungkinkan pelanggan Azure memanfaatkan layanan Multi-access Edge Computing (MEC) milik Singtel. Dua pemegang lisensi 5G Singapura lainnya, StarHub dan M1, juga meluncurkan layanan konsumen masing-masing, dengan menjalankannya pada jaringan non-mandiri 5G.

Kedua operator telekomunikasi, yang merupakan penawar lisensi bersama, tersebut saat ini sedang menggelar jaringan mandiri 5G dengan Nokia. Bahkan, StarHub mengatakan kepada ZDNet kalau mereka "berada di jalur yang tepat" untuk meluncurkan layanan jaringan mandiri 5G akhir tahun ini, setelah memulai peluncurannya di kuartal IV 2020.