Pemegang Saham Toshiba Minta Gelar RUPSLB

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Investor terbesar kedua Toshiba Corp meminta rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk melakukan pemungutan suara untuk mendapatkan dua per tiga dukungan terhadap perusahaan Jepang itu sebelum akhirnya melanjutkan agenda kontroversial dengan membagi perusahaan menjadi tiga.

Proposal hegde fund 3D Investment Partners yang berpusat di Singapura menandai permulaan pertempuran panjang dan sengit antara konglomerat Jepang yang dulu perkasa dengan sejumlah pemegang saham atau investor asing. Para investor asing ini mayoritas adalah activist

Dalam sebuah pernyataan, 3D menyoroti kekhawatiran terkait biaya Toshiba yang akan melanjutkan pemecahan perusahaan sebelum mendapatkan mandat dari pemegang saham. Ia juga meminta Toshiba untuk melanjutkan tinjauan strategisnya.

"Tidak ada alasan untuk mengejar rencana pemisahan dengan biaya besar tanpa mengetahui apakah cukup banyak pemegang saham Toshiba pada akhirnya akan memberikan persetujuan," ujar pihak 3D yang memiliki lebih dari 7 persen saham Toshiba dikutip dari Channel News Asia, ditulis Sabtu (8/1/2022).

Dengan proposalnya itu 3D mencoba memaksa konglomerat untuk mengajukan lebih dari satu tahun pemungutan suara. Layaknya berdasarkan hukum yang berlaku di mana membutuhkan dukungan dari dua pertiga pemegang saham. Secara resmi, pemungutan suara tidak dijadwalkan sampai rapat pemegang saham tahunan pada 2023.

Saat ini hampir 30 persen saham Toshiba dimiliki oleh investor asing. Mayoritas tidak menyukai perpecahan proposal 3D yang mana akhirnya dapat memaksa konglomerat untuk membatalkan rencananya.

Toshiba mengungkapkan telah menerima proposal dari 3D dan saat ini mengkajinya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Toshiba Sempat Usulkan Pembubaran

Sebagian besar yang dipecat bekerja di divisi lifestyle, dan diketahui memang bergerak memproduksi produk elektronik untuk konsumen.
Sebagian besar yang dipecat bekerja di divisi lifestyle, dan diketahui memang bergerak memproduksi produk elektronik untuk konsumen.

Kondisi perusahaan kian dilemahkan oleh skandal akuntansi 2015 dan kebangkrutan bisnis nuklir AS. Hal ini membuat Toshiba mengusulkan pembubaran untuk mempertajam fokus pada bisnis individu. Langkah ini serupa dengan tindakan General Electric Co.

Pihak 3D dan pemegang saham lainnya telah mendorong peninjauan secara menyeluruh. Sehingga menjadi dapat mempertimbangkan potensi penawaran ekuitas swasta. Sejauh ini, tinjauan strategis Toshiba gagal pertimbangkan berbagai alternatif, menurut 3D.

Reporter: Ayesha Puri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel