Pemegang Saham Wahana Interfood Setujui Rencana Rights Issue

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemegang saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) menyetujui rencana perseroan untuk menambah modal melalui penerbitan saham baru (rights issue) dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Persetujuan atas rights issue tersebut diberikan oleh pemegang saham dan/atau kuasa Pemegang Saham yang mewakili 432.592.809 saham atau 77,21 persen dari 560.285.604 saham yang merupakan seluruh saham dengan hak suara yang sah yang telah dikeluarkan oleh Perseroan. Persetujuan tersebut diperoleh melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), pada 29 September 2021.

Dengan demikian, perseroan akan melanjutkan rencananya untuk mengeluarkan saham baru dari portepel dalam jumlah sebanyak-banyaknya 331.764.555 saham dengan nilai nominal Rp. 100 per saham, dengan menerbitkan HMETD dalam rangka Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I).

Hal tersebut disampaikan oleh perseroan melalui keterbukaan informasinya ke regulator, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/10/2021).

Melalui persetujuan tersebut, pemegang saham menyetujui untuk diadakan perubahan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan sehubungandengan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor Perseroan dalamrangka PMHMETD.

Pemegang saham juga memberikan wewenang dan kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan tindakan-tindakan yang diperlukan sehubungan dengan PMHMETD I, yang mencakup hal-hal berikut ini:

- Menetapkan realisasi jumlah saham yang akan dikeluarkan dengan persetujuanDewan Komisaris Perseroan;

- Menetapkan rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD);

- Menetapkan harga pelaksanaan HMETD;

- Menetapkan jadwal PMHMETD

Para pemegang saham juga memberikan kuasa dan kewenangan kepada Dewan Komisaris dan/atau DireksiPerseroan, dengan hak substitusi, untuk menyatakan jumlah saham yang dikeluarkan dan perubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka PMHMETDI sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perseroan dan peraturan yang berlaku di bidang Pasar Modal.

Serta untuk melakukan semua dan setiap tindakan yangdiperlukan sehubungan dengan PMHMETD I, termasuk tetapi tidak terbatas untuk melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan PMHMETD I, tanpa ada suatu tindakan pun yang dikecualikan, semuanya dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di pasar modal.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Gerak Saham COCO

Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (30/12/2020). Pada penutupan akhir tahun, IHSG ditutup melemah 0,95 persen ke level 5.979,07. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Per 30 September 2021, harga saham COCO ditutup stagnan di Rp 252 per saham. Jika mengacu pada harga penutupan tersebut, dengan kemungkinan terbanyak saham baru yang akan dikeluarkan perseroan sebanyak 331.764.555 saham, perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp 83,6 miliar.

Reporter: Elizabeth Brahmana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel