Pemenang Tender Wajib Edarkan Buku Kurikulum  

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, pemenang tender buku kurikulum pendidikan 2013 nantinya wajib mendistribusikan buku ke satuan pendidikan. "Kalau dari APBN diadakan terpusat, tapi kalau anggaran dari DAK dilakukan oleh daerah," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Khairil Anwar Notodiputro ketika dihubungi Tempo, Senin, 4 Maret 2013.

Menurut Khairil, implementasi kurikulum 2013 dimulai pada Juli mendatang. Proses pelelangan dilakukan mulai bulan ini secara tender terbuka melalui online. Dia menepis anggapan akan terjadi kecurangan dalam proses pelelangan. Alasannya, peserta lelang bisa mengetahui nilai kontraktor lain yang juga mengikuti proses lelang. Sebelum bulan Juli, buku sudah tercetak dan didistribusikan.

Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim menuturkan, dokumen kurikulum sudah selesai. Jumlah buku yang akan didistribusikan sebanyak jumlah peserta didik dalam satu kelas. Misalnya, jika ada 30 peserta didik, akan dikirimkan 30 buku. "Ditambah dengan buku pegangan guru dan buku agama," kata Musliar.

Musliar mengatakan, buku disediakan pemerintah secara gratis dan tidak satu pun yang diwajibkan membeli. Lembar kerja siswa juga tidak akan ada lagi. Guru bisa membuat langsung pertanyaan dan tugas yang diberikan kepada peserta didik. Pihaknya memastikan guru di semua sekolah yang ditetapkan melaksanakan kurikulum 2013 ini telah dilatih. Buku panduan untuk guru sudah disiapkan.

Musliar menegaskan, implementasi kurikulum 2013 juga mencakup madrasah, meliputi madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan madrasah aliyah. "Tinggal menambahkan mata pelajaran sesuai dengan yang sudah berlaku selama ini," kata dia.

Anggaran kurikulum 2013 menembus Rp 2,491 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas anggaran melekat Rp 1,740 triliun (69,9 persen) dan anggaran tambahan Rp 751,4 miliar (30,1 persen). Penggunaan anggaran terbesar digunakan untuk penggandaan buku 72,8 juta eksemplar sebesar Rp 1,2 triliun dan pelatihan guru Rp 1,09 triliun.

SUNDARI SUDIJANTO

Berita Lainnya:

Ada Video Harlem Shake Duet Maia dan Syahrini

Curhat SBY tentang Anas dan Partai Demokrat

Harlem Shake Mendunia, Begini Awal Ceritanya

Ke Jerman, SBY Lupa Mau Bahas Apa

Habis Permen Cinta, Terbitlah 'Sex Drops'

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.