Pemeriksaan Sampel Autopsi Dua Korban Kanjuruhan Butuh Waktu Delapan Minggu

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) wilayah Jawa Timur telah menyelesaikan ekshumasi dan autopsi korban Tragedi Kanjuruhan. Tim membutuhkan waktu maksimal sekitar delapan minggu atau dua bulan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium.

"Paling lama delapan minggu, tapi juga bisa lebih cepat. Kita range-nya paling jauh itu ya, tergantung pemeriksaannya nanti bagaimana," kata Ketua Tim Autopsi sekaligus Ketua PDFI wilayah Jawa Timur, dr. Nabil Bahasuan di TPU Dusun Patuk, Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Sabtu (5/11).

Tim telah melakukan pembongkaran makam dua jenazah supporter Arema FC, NDR (16) dan NDA (13). Dua kakak beradik tersebut merupakan anak dari Devi Athok Yulfitri (43).

"Kami sudah melaksanakan serangkaian pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam dan pemeriksaan penunjang. Saat ini minta doa masyarakat untuk bisa memberikan laporan hasil autopsi," ujarnya.

Proses ekshumasi berlangsung sejak pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Waktu paling banyak digunakan untuk penggalian makam tersebut.

"Memang tadi agak lama terkendala penggalian pemakaman. Intinya (kondisi jenazah) proses pembusukan ya, karena sudah lebih dari satu bulan. Ya (ambil sampel) di pemeriksaan penunjang itu ya," ungkapnya.

Selanjutnya dari sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium untuk diteliti sesuai dengan kebutuhan penyelidikan. Pemeriksaan dilakukan di laboratorium independen.

Tim independen melakukan autopsi dengan beranggotakan dua penasehat enam operator. Tim terdiri dari tiga elemen institusi pendidikan kedokteran dan empat dari fasilitas kesehatan.

Anggota Tim Kedokteran berasal dari Fakultas Kedokteran Hang Tuah Surabaya, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sementara unsur Fasilitas Kesehatan (Faskes) dari RSUD Kabupaten Kanjuruhan, RSUD dr Soetomo, RSUD Sarifah Bangkalan dan RS Pendidikan Unair.

Selama proses autopsi berlangsung mendapat penjagaan secara ketat dari kepolisian. Sementara itu turut hadir dalam proses ekshumasi para pihak berkepentingan seperti keluarga korban, LPSK, Kompolnas, Komnas HAM, Aremania dan lain-lain. [cob]