Pemerintah ajak dokter diaspora mengabdi di Tanah Air

·Bacaan 2 menit

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi mengatakan, Pemerintah Indonesia mengajak dokter diaspora mengabdi di Tanah Air, terutama dalam membantu penanganan pasien pada masa pandemi COVID-19.

"Selain dokter di dalam negeri, dibuka juga kesempatan untuk dokter diaspora yang ingin mengabdi. Untuk itu bagi warga diaspora di seluruh dunia, Indonesia memanggil bakti dan sumbangsih anda kepada sesama saudara sebangsa kami nantikan," kata Dedy saat menyampaikan perkembangan terkini terkait implementasi PPKM Darurat, Jakarta, Minggu.

Baca juga: Wapres minta profesor di luar negeri mengabdi

Terkait tenaga kesehatan, Dedy menuturkan Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat/Menteri Koordinator Bidang Maritim Dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan telah berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk pelibatan mahasiswa tingkat akhir.

Di samping itu, untuk mendukung penanganan pandemi COVID-19, pemerintah menargetkan konversi tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 sebesar 40 persen.

Untuk itu, Dedy menuturkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang membantu peningkatan dan perbaikan fasilitas di rumah sakit demi percepatan program konversi.

Baca juga: Pemerintah buka kesempatan dokter diaspora Indonesia bantu atasi Covid

Strategi pemerintah lainnya adalah dengan mengubah sarana seperti rusun, wisma, asrama haji, dan asrama TNI-Polri untuk menjadi rumah sakit lapangan atau rumah sakit darurat.

Pemerintah juga telah memutuskan agar kartu vaksin menjadi salah satu syarat wajib melakukan mobilitas untuk memastikan perjalanan masyarakat sehat dan aman serta cakupan vaksinasi menjadi lebih tinggi.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga terus mempercepat program vaksinasi COVID-19 di Tanah Air, salah satunya dengan mendatangkan vaksin COVID-19 ke Indonesia.

Baca juga: RS Lapangan Tembak Surabaya buka lowongan 100-200 dokter dan perawat

Pada Minggu (11/7) Indonesia menerima tiga juta lebih vaksin Moderna dari Amerika Serikat. Vaksin itu sudah disetujui penggunaannya oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Dedy menuturkan kebijakan Menteri Kesehatan adalah memberikan vaksin itu kepada yang paling membutuhkan yakni tenaga kesehatan yang sedang merawat masyarakat yang sedang berjuang melawan COVID 19.

"Meskipun 100 persen tenaga kesehatan sudah menerima dosis lengkap, namun perlindungan tambahan ini membuat mereka akan semakin semangat meningkatkan angka kesembuhan," ujarnya.

Baca juga: Tim Mitigasi IDI: Sudah 458 dokter wafat akibat COVID-19

Saat ini, lebih dari 51 juta dosis vaksin COVID-19 sudah diberikan kepada 36,2 juta lebih masyarakat yang menerima dosis pertama dan hampir 15 juta orang yang menerima dosis kedua.

"Ikuti program vaksinasi, daftar sekarang juga dan dapatkan hak anda dilindungi dari COVID-19," tutur Dedy.

Pada kesempatan itu, Dedy juga mengatakan masyarakat perlu memperhatikan isi Surat Edaran Menteri Agama No 17/2021 terkait teknis pelaksanaan kurban pada 2021.

Kementerian Agama mengumumkan Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi jatuh pada 20 Juli 2021.

"Tetap ibadah di rumah, takbiran di rumah, dan Sholat Idul Adha dilaksanakan di rumah masing-masing. Pengorbanan kita Insya Allah akan berbuah amal dan pahala dan menurunkan penularan COVID-19 di Indonesia," ujarnya. ***3***

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel