Pemerintah akan Siapkan Program Perlindungan Sosial Jika Harga BBM Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah akan menyiapkan bantalan sosial untuk masyarakat apabila harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik. Nantinya, pemerintah akan meneruskan skema opsi seperti program bantuan presiden usaha mikro (BPUM) dari berbagai lembaga kajian.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan bahwa skema pemberian bantuan sosial akan dibahas pada sore ini di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Program itu sangat tepat dan cukup menjadi bantalan untuk menyelamatkan ekonomi, terutama untuk usaha mikro," ujar Teten, Jakarta, Jumat (26/8).

Para menteri menyiapkan program-program perlindungan sosial untuk mendukung para usaha mikro yang akan terdampak oleh meningkatnya harga-harga pangan apabila terjadi kenaikan BBM.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, anggaran kompensasi dan subsidi energi tahun ini akan lebih dari Rp 502,4 triliun. Hal ini sebagai dampak kenaikan harga minyak dunia (ICP) di pasar global namun pemerintah belum melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan nilai keekonomiannya.

"Subsidi yang sudah kita siapkan Rp 502 triliun ini akan terlewati," kata Menteri Sri Mulyani saat Rapat Kerja dengan Komite IV DPD RI di Kompleks DPD RI, Jakarta, Kamis (25/8).

Dia menjelaskan saat ini harga minyak dunia terus meningkat. Rata-rata harganya sudah mencapai USD 105 per barel. Padahal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 harga minyak dunia diasumsikan USD 100 per barel.

"Kalau kita melihat harga minyak masih USD 105 per barel," kata Menteri Sri Mulyani. [azz]