Pemerintah Akan Terbit Perppu untuk Akomodasi Tiga Provinsi Baru Papua

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah akan mengajukan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) sebagai implikasi pembentukan tiga provinsi baru di Papua. Perppu ini dikeluarkan untuk mengakomodasi penyelenggaraan Pemilu di tiga provinsi daerah otonomi baru Papua (DOB).

Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pidato peresmian tiga provinsi dan pelantikan tiga penjabat gubernur di DOB Papua. Tiga provinsi itu adalah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

"Nanti implikasinya akan luas nanti akan lahir Perppu," ujar Tito di kantor Kemendagri, Jakarta, Jumat (11/11).

Tito menuturkan, akan ada penambahan anggota DPD RI dan juga DPR RI. Akan ada anggota dewan dan senator di provinsi baru Papua yang dipilih pada pemilu berikutnya.

Dengan penambahan perwakilan di parlemen, Tito yakin suara masyarakat Papua semakin didengar.

"Dari DPD saja saya lihat akan ada peningkatan luar biasa. Karena satu provinsi undang-undang mengatakan empat perwakilan DPD. Berarti kalau empat kali lima ada 20 orang anggota DPD. Yang itu suara Papua akan lebih kuat disampaikan di DPD. Termasuk DPR RI akan ada penambahan juga, pasti," ujarnya

"Tentunya kita harapkan aspirasi masyarakat dalam mekanisme konstitusional di Senayan," pungkas Tito.

Pemerintah meresmikan tiga provinsi baru atau daerah otonomi baru (DOB) Papua. Yaitu provinsi Papua Selatan, Papua Tengah, dan provinsi Papua Pegunungan.

Peresmian dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di kantor Kementerian Dalam Negeri pada Jumat, 11 November 2022.

"Dengan rahmat Tuhan yang maha kuasa hari ini Jumat 11 November 2022. Saya Muhammad Tito Karnavian menteri dalam negeri atas nama presiden RI dengan ini meresmikan provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah dan provinsi Papua Pegunungan," kata Tito.

Peresmian tiga provinsi Papua yang baru ini berdasarkan tiga undang-undang DOB Papua yang telah disahkan oleh DPR RI pada 30 Juni 2022 lalu.

Sementara itu, Mendagri Tito mengatakan, peresmian hari ini merupakan hari yang baik. Karena tidak sengaja digelar pada 11 November 2022.

"Ini tanggalnya bagus 11 November saya tidak sangka, karena kemarin siapkan G20, ternyata harinya hari baik tanggal 11 bulan 11 2022. Akhirnya kita punya provinsi baru," pungkasnya. [lia]