Pemerintah akselerasi pembangunan infrastruktur digital

Pemerintah mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital secara komprehensif di seluruh wilayah Indonesia, demikian disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate di Jakarta, Selasa.

"Pemerintah mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital secara komprehensif di seluruh wilayah Indonesia dari sektor hulu hingga ke hilir," ucap Johnny.

Johnny mengatakan, di sisi hulu, pembangunan infrastruktur digital dikembangkan melalui penggelaran jaringan fiber optik sebagai tulang punggung konektivitas nasional.

Hingga saat ini, di Indonesia telah digelar jaringan fiber optik hingga lebih dari 459.000 km, termasuk oleh BAKTI Kominfo melalui jaringan fiber optik Palapa Ring sepanjang 12.300 km dan rencana penggelaran 12.100 km.

Ke depan, Palapa Ring Integrasi juga diharapkan akan makin meningkatkan resiliensi dan utilisasi konektivitas titik-titik fiber optik nasional.

Sementara itu, penguatan konektivitas di lapisan middle-mile dilakukan melalui jaringan fiber-link, microwave link, dan satelit. Dalam hal ini, kata dia, turut dilibatkan sektor swasta untuk penguatan sektor middle-mile satelit nasional.

Baca juga: Pemerintah tegaskan komitmen bangun infrastruktur telekomunikasi

High Throughput Satellite (HTS) Geo Earth Orbit SATRIA-I yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal 4 tahun 2023 memiliki kapasitas 150 Gbps dan menggunakan skema pembiayaan KPBU atau kerja sama pemerintah dan badan usaha.

Pemerintah juga menargetkan dimulainya operasional Hot Backup Satellite sebesar 150 Gbps pada kuartal tiga tahun 2023 yang akan menambah 80 Gbps kapasitas satelit yang akan digunakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk pemenuhan kebutuhan akses internet bagi 150.000 titik layanan publik.

Terdiri dari 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintah daerah, 3.900 fasilitas keamanan, 3.700 fasilitas pelayanan kesehatan, dan 600 titik fasilitas lainnya.

"Kedua satelit HTS tersebut dijadwalkan untuk diluncurkan ke orbit pada bulan Mei dan Juni 2023," kata Johnny.

Penglibatan sektor swasta juga diwujudkan melalui pemberian landing rights kepada Low Earth Orbit Satellite sebagai backhaul untuk penunjang infrastruktur telekomunikasi dan digital nasional.

Johnny mengatakan pemerintah juga terus membangun base transceiver station (BTS) 4G di 9.113 titik lokasi wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T) serta penyediaan akses internet di lapisan last mile.

Baca juga: Kominfo: Pemerataan infrastruktur dukung kebangkitan pariwisata

Hingga saat ini, kata dia, pemerintah sudah membangun sebanyak 4.161 BTS yang sudah mengudara dan sisanya terus diupayakan agar dapat terselesaikan hingga tahun 2024 .

"Selain itu, pemerintah juga telah menyediakan akses internet di 15.878 titik layanan fasilitas publik, termasuk sekolah, kantor pemerintahan, hingga rumah sakit di seluruh penjuru negeri," ujar dia.

Lebih lanjut Johnny mengatakan pengembangan infrastruktur digital juga dilakukan di sisi hilir, di mana dalam waktu yang tidak lama lagi pemerintah akan memulai pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) atau Government Cloud.

Pusat Data Nasional akan mulai dibangun di dua lokasi yaitu Bekasi dan Batam. Sementara Pusat Data Nasional di dua lokasi lainnya yaitu di Ibu Kota Negara (IKN) Baru Nusantara dan Labuan Bajo juga diharapkan dapat segera menyusul untuk dibangun.

Baca juga: Kominfo evaluasi infrastruktur telekomunikasi Candi Borobudur

Seluruh Pusat Data Nasional dirancang memiliki standar Tier IV atau standar tertinggi pusat data agar secara aman dan optimal dapat mendukung kebutuhan infrastruktur digital bagi pelaksanaan e-government dan Satu Data Indonesia.

Dalam waktu yang tidak lama akan dijadwalkan pelaksanaan peletakan batu pertama PDN I Pemerintah di Jabodetabek.

Johnny mengatakan seluruh giat pembangunan infrastruktur digital tersebut sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat perluasan akses, peningkatan infrastruktur digital, serta penyediaan layanan internet di Indonesia yang ditindaklanjuti melalui penyusunan Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024.

"Kuatnya pilar Infrastruktur Digital akan menjadi fondasi bagi pertumbuhan pilar-pilar lainnya yaitu pilar pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital di Indonesia. Mari kita terus tingkatkan sinergi dalam membangun konektivitas negeri demi mewujudkan Indonesia terkoneksi," kata Johnny.

Baca juga: Usman Kansong: Pembangunan infrastruktur masif di era Jokowi

Baca juga: Kemkominfo: 427 BTS dukung infrastruktur digital di NTT

Baca juga: Menkominfo RI sebut pentingnya membangun infrastruktur hilir digital