Pemerintah Alokasikan Rp463 Miliar untuk Bendungan Pandanduri

Mataram (ANTARA) - Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp463 miliar untuk konstruksi pembangunan Bendungan Pandanduri di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dalam tiga tahun anggaran sekaligus mulai 2012 hingga 2014.

"Saat ini sedang proses penawaran pelaksanaan proyek dengan dukungan anggaran sebesar Rp463 miliar yang akan ditenderkan sekaligus sampai 2014," kata Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I (NTB dan NTT) Direktorat Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Sumarsono, di Mataram, Sabtu.

Ia mengatakan, pemerintah melalui Direktorat SDA Kementerian PU telah menyediakan anggaran sebesar Rp463 miliar untuk pembangunan Bendungan Pandanduri, dan diupayakan proyek fisik bangunan utamanya dapat dikerjakan mulai tahun ini.

Proses penawaran pelaksanaan proyek telah dimulai sejak Senin (14/5) dan akan berlangsung selama tiga pekan, sekaligus evaluasi kelayakan kontraktor mitra.

"Hasil evaluasi itu akan dibawa ke Menteri PU untuk memutuskan pemenang tender untuk diumumkan ke publik dalam waktu lima hari. Jadi, diperkirakan Juni mendatang sudah bisa ditandatangani kontraknya untuk tahun jamak sampai 2014," ujarnya.

Menurut Sumarsono, proyek fisik pembangunan Bendungan Pandanduri dikerjakan secara parsial yang dimulai dari bagian tertentu yang tidak terkendala permasalahan teknis, dan hal itu sudah dimulai sejak pertengahan 2008.

Bagian tertentu yang dikerjakan lebih dulu tidak ada kaitannya dengan lahan yang belum dibebaskan, seperti pembangunan fisik terowongan pengalihan air berdiameter dua meter sepanjang 350 meter dengan dukungan dana Rp50 miliar.

Pembangunan fisik saluran pengalihan air itu sudah dimulai sejak April 2008, sambil mengupayakan penyelesaian pembebasan lahan yang belum tuntas.

Pembangunan Bendungan Pandanduri itu membutuhkan areal seluas 430 hektare, dan kini sudah 300 hektare lebih yang dibebaskan sejak 2007, sehingga masih tersisa sekitar 108 hektare lebih.

Lahan untuk Bendungan Pandanduri yang didesain sepanjang tiga kilometer yang belum dibebaskan itu berlokasi di Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menuntaskan polemik pembebasan lahan bendungan Pandanduri itu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Dwi Sugiyanto mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan Bendungan Pandanduri itu dilakukan secara bertahap sesuai dukungan anggaran, namun diupayakan rampung 2013.

"Masih butuh sekitar Rp40 miliar lagi untuk bebaskan lahan, kalau tahun ini bisa dapat separuh maka tahun depan bisa rampung," ujarnya.

Dwi mengatakan, pembangunan Bendungan Pandanduri itu membutuhkan areal seluas 430 hektare, dan kini sudah 300 hektare lebih yang dibebaskan sejak 2007, sehingga masih tersisa sekitar 108 hektare lebih.

Lahan untuk Bendungan Pandanduri yang didesain sepanjang tiga kilometer itu, yang belum dibebaskan itu berlokasi di Desa Terara, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan lebih dari Rp110 miliar yang bersumber dari `sharing` DAU, APBD Provinsi NTB dan APBD Kabupaten Lombok Timur.

"Diupayakan pembebasan lahan itu dapat dituntaskan di 2013 sehingga pembangunan bendungan raksasa itu pun dapat dirampungkan secara keseluruhan di 2014," ujarnya.

Bendungan Pandanduri itu berlokasi di tiga desa dalam wilayah Kabupaten Lombok Timur yakni Swangi, Terara dan Santong.

Bendungan itu diperkirakan memiliki daya tampung air sebesar 23 juta kubik dan diharapkan dapat mengairi sawah daerah irigasi sebanyak 10.300 hektare lahan dan juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih penduduk di tiga kecamatan dan 17 desa yakni sebanyak 138.106 jiwa.

Bendungan ini didesain menggunakan sistem `high level diversion` yang juga mendatangkan air dari wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, juga berguna bagi pengendalian banjir dan pemenuhan kebutuhan air peternakan sebanyak 21.500 ekor sapi dan ternak lainnya serta pengembangan wisata lokal. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.