Pemerintah Anggarkan Rp 3,28 Triliun untuk Pemulihan Pariwisata Bali

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah Pusat mengalokasi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan non Fisik untuk Provinsi Bali sebesar Rp 3,28 triliun. Dana transfer pemerintah pusat ke provinsi ini diperuntukkan mendukung upaya pemulihan ekonomi dan penanganan pandemi Covid-19 di Bali.

"DAK fisik ini untuk mengembangkan data tarik wisata di kawasan pondok wisata dan sebagainya. Kalau DAK non Fisik ini bisa untuk wisata alam, pemandi wisata dan pembuatan promosi wisata," tutur Menteri Keuangan , Sri Mulyani Indrawati dalam acara Bali Economic & Investment Forum 2021 secara virtual, Bali, Kamis (8/4).

Lebih lanjut dia menjelaskan, penggunaan DAK Fisik bisa digunakan untuk pembuatan pusat informasi dan perlengkapannya. Panggung kesenian, kios cinderamata atau apapun yang bisa menjadi daya tarik pariwisata. Bisa juga untuk membangun destinasi wisata atau untuk peningkatan amenitas wisata.

Sementara itu, ada juga DAK penugasan yang dananya digunakan untuk pengembangan kawasan wisata, membangun rest area, pembangunan track wisata alam dan pembangunan fasilitas pendukung di pondok wisata.

Sedangkan untuk DAK non Fisik diperuntukkan untuk meningkatkan pelayanan kepariwisataan. Dana ini bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata dan daya saing pariwisata daerah.

Termasuk juga untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas bagi masyarakat lokal serta perluasan kesempatan kerja di sektor pariwisata.

Dana Desa

Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, memberikan variasi menu latihan berupa menggenjot fisik pemain di bibir pantai. (dok. Bali United)
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra Teco, memberikan variasi menu latihan berupa menggenjot fisik pemain di bibir pantai. (dok. Bali United)

Pemerintah juga menganggarkan Dana Desa ke Provinsi Bali tahun ini sebesar Rp 679 miliar. Selain untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, anggaran ini juga bisa digunakan untuk mendukung desa wisata dengan membangun infrastruktur desa, pembuatan kios cinderamata, taman rekreasi, membangun penginapan, angkutan wisata dan yang lainnya sesuai dengan hasil musyawarah desa.

"Dana desa buat BLT dan juga mendukung desa wisata dengan bangun infrastruktur desa, kios-kios, panggung hiburan dan membenahi rumah penginapan dan pengembangan lokasi wisata," kata dia.

Pemerintah juga memberikan tawaran kepada Bali untuk mendapatkan pinjaman daerah untuk mendorong pemulihan ekonomi daerah. Saat ini sudah ada Kabupaten Karangasem yang mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 49,8 miliar . Pinjaman ini akan diberikan kepada para pedagang di Pasar Amlapura Timur.

"Kita akan dukung terus ini karena situasi yang sulit dan kita akan melakukan langkah-langkah untuk bisa segera pulih pasca Covid-19 ini," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: