Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan Harga BBM ke Sektor Pangan

Merdeka.com - Merdeka.com - Wacana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin menguat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan arahan kepada para menterinya untuk mengantisipasi kenaikan harga solar terhadap harga pangan. Mengingat hal ini menjadi yang akan paling terdampak pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM.

"Dampak ke harga pangan ini perlu diperhatikan, logistik, pengangkutan barang akibat kenaikan harga solar," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).

Luhut menjelaskan, meski saat ini harga minyak dunia mulai menurun, namun selisih harga jual dan nilai keekonomiannya masih besar. Sebab tingginya harga minyak mentah dunia mendorong naiknya harga keekonomian dari BBM Pertalite dan Solar.

"Meski mulai menurun masih tingginya harga minyak mentah dunia mendorong meningkatnya harga keekonomian dan harga penjualan pertalite dan solar," kata dia.

Sehingga pemerintah tidak lagi punya pilihan dengan mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 502.4 triliun. Namun pemerintah tidak bisa lagi terlalu lama menahan harga BBM di tingkat konsumen.

"Ini tidak ada pilihan karena di kita ini subsidi sudah Rp 502 triliun," kata dia.

Luhut mengatakan bila pemerintah tidak lagi menambah anggaran kompensasi dan subsidi pemerintah, maka dana yang ada bisa dialihkan untuk program lain. "Kalau ini bisa dikurangi dan bisa dialihkan ke harga-harga yang lain itu akan lebih bagus," sambungnya.

Ke depan, kata Luhut, pemerintah akan mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik dan penggunaan B40. Sehingga penggunaan bahan bakar fosil akan semakin menurun dan bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM.

"Di bali misalnya, semua bertahap buat dorong penggunaan sepeda motor listrik, mobil listrik B40, bus listrik. Ini akan mengurangi secara signifikan energi fosil dan mengurangi ketergantungan kita dan bikin Indonesia makin hebat ke depan," tandasnya. [azz]