Pemerintah antisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar hingga listrik

·Bacaan 2 menit

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak, elpiji, hingga listrik saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan pemerintah telah meminta Pertamina dan PLN untuk mengambil langkah prediktif dan preventif atas kondisi ini.

"Langkah antisipasi ini diambil guna memastikan kelancaran pasokan dan distribusi energi ke masyarakat, kendati masih terdapat pembatasan kegiatan akibat pandemi COVID-19," ujarnya.

Arifin mencontohkan pembatasan kegiatan di luar rumah mengakibatkan masyarakat lebih sering memanfaatkan penggunaan listrik rumah tangga, sehingga meningkatkan konsumsi listrik sebesar 4,5 persen.

Baca juga: Kementerian ESDM: Implementasi B30 hemat devisa negara Rp64 triliun

Oleh karena itu, PLN diminta mengamankan bahan baku untuk energi primer serta kesiapan tenaga kerja selama H-7 sampai H+7.

Selain itu, Arifin juga memerintahkan untuk menyiapkan keandalan sistem kelistrikan dan mengantisipasi adanya gangguan sehingga meminimalisir terjadinya pemadaman.

Sementara untuk kebutuhan bahan bakar minyak, Pertamina memproyeksikan terdapat kenaikan konsumsi sebesar 1,9 juta kiloliter pada periode Natal dan Tahun Baru 2022.

"Kami minta ke Pertamina untuk menyiapkan stok BBM di seluruh titik keramaian yang butuh BBM dan bagaimana bisa mengurangi antrean panjang," kata Arifin.

Lebih lanjut, dia berharap Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan BPH Migas menyiapkan infrastruktur penyaluran pipa bahan bakar minyak ke titik-titik tertentu guna mengantisipasi antrean panjang.

Dari sisi kebutuhan elpiji, rata-rata realisasi penyaluran mengalami kenaikan sekitar 1,0 persen dari rata-rata Oktober 2021.

Baca juga: Subsektor mineral dan batu bara setor Rp70 triliun ke negara

Pada periode yang sama, lonjakan cukup signifikan terjadi pada kebutuhan avtur dengan rata-rata realisasinya meningkat sekitar 22,95 persen dari capaian Oktober 2021.

Hingga 22 Desember 2021, pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak dan elpiji nasional berjalan lancar dengan rincian ketahanan stok untuk elpiji 15,32 hari, kerosene 44,40 hari, premium 23,33 hari, pertalite 7,72 hari, pertamax 21,75 hari, turbo 48,93 hari, solar atau bio 18,90 hari, dexlite 1,68 hari, dex 31,12 hari, dan avtur 37,88 hari.

Pemerintah mengapresiasi upaya Pertamina dan PLN atas dedikasi serta kesiagaan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat dengan membentuk Satuan Tugas Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Menteri ESDM resmikan BBM satu harga di kawasan perbatasan

Baca juga: Menteri ESDM: Potensi dan teknologi EBT modal utama transisi energi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel